Larangan Terbang

Penerbangan Hari Raya Dihentikan, Bupati Blak-blakan: Jangan Anggap Saya Kurang Kerjaan

"Wawancara eksklusif dengan Bupati Aceh Besar terkait imbauan larangan terbang hari raya akan diturunkan di Serambi edisi Senin, 29 Juli 2019."

Penerbangan Hari Raya Dihentikan, Bupati Blak-blakan: Jangan Anggap Saya Kurang Kerjaan
For Serambinews.com
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengeluarkan seruan pramugari  penerbangan agar  berhijab, kini mengehentikan penerbangan saat Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri.

Laporan Nasir Nurdin | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Imbauan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali yang meminta maskapai penerbangan menghentikan operasional pada hari raya pertama Idul Fitri dan Idul Adha mulai pukul 00.00 sampai 12.00 WIB memantik pro-kontra berbagai kalangan.

Lalu, ada dan bagaimana sebenarnya alasan sang bupati untuk melarang pesawar beroperasi pada saat hari raya?

"Imbauan ini saya keluarkan bukan suka-suka saya tetapi untuk menyahuti permintaan komunitas bandara yang disampaikan melalui pimpinan mereka masing-masing. Pro kontra itu biasa saja, tetapi jangan ada yang mengira saya kurang kerjaan," ujar Bupati Mawardi.

Serambinews.com berjumpa dengan bupati dan melakukan wawancara khusus di kediaman pribadinya, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu (28/7/2019).

Di tengah beragamnya komentar terhadap 'larangan' take off dan landing di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar pada hari raya pertama Idul Fitri maupun Idul Adha, Bupati Aceh Besar memberi  penjelasan secara rinci.

Ia mengurai menyangkut dasar pemikiran maupun motivasinya mengeluarkan imbauan yang dinilai kontroversi tersebut.

Baca: Setelah Pramugari Wajib Berjilbab, Kini Bupati Aceh Besar Larang Maskapai Beroperasi pada Hari Raya

Baca: Pramugari Wajib Berhijab di Aceh, Menteri Perhubungan Beri Dukungan dan Sebut Sesuai Syariat Islam

Baca: VIDEO - Wakil Bupati Aceh Besar Marahi Pedagang di Pasar Jantho, Gegara tak Tutup Warung Saat Azan

Sebelumnya, pada 18 Januari 2018, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali juga mengeluarkan seruan yang tak kalah mengejutkan.

Bupati mewajibkan seluruh maskapai penerbangan yang melayani rute Aceh, terbang dan mendarat ke Aceh Becar, agar pramugarinya mengenakan hijab.

Bagaimana reaksi Bupati Aceh Besar menanggapi pro-kontra bahkan tak sedikit yang mengeluarkan tanggapan miring terhadap kebijakannya, baca wawancara eksklusif dengan Bupati Mawardi Ali  di Harian Serambi Indonesia edisi Senin, 29 Juli 2019.

Dalam wawancara tersebut, Bupati Aceh Besar secara blak-blakan menanggapi suara-suara kontra, bahkan dia juga menegaskan, "larangan operasional penerbangan pada hari raya bukan syariat, tetapi...(*)

BACA BERITA TERPOPULER

Baca: Abang Hamili Adik Kandung dan Punya 2 Anak, Kini Menanti Kelahiran Bayi Ke-3, Polisi Amankan Pelaku

Baca: Heboh, Bayi Baru Lahir Ini Dibuang Ibunya dalam Kardus di Pinggir Jalan, Digigit Semut tak Menangis

Baca: Video Kepanikan Warga Saat Gunung Tangkuban Parahu Meletus, Semburkan Abu Pekat

 

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved