Breaking News:

Karhutla di Aceh Barat

Asap Karhutla Landa Aceh Barat, DLH Bagikan 500 Masker

Tindakan preventif ini salah satu komitmen DLH untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kondisi asap yang telah mencemari lingkungan saat ini.

Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Pembagian masker ke madrasah di Samatiga, Aceh Barat, Selasa (30/7/2019). Dok DLH Aceh Barat 

Tindakan preventif ini salah satu komitmen DLH untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kondisi asap yang telah mencemari lingkungan saat ini.

Asap Karhutla Landa Aceh Barat,

   DLH Bagikan 500 Masker

Laporan Rizwan/Meulaboh

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat membagikan 500 masker untuk murid dua madrasah di Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (30/7/2019).

Pembagian masker karena wilayah itu dilanda asap pekat lantaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua madrasah tersebut, yakni MIN Samatiga dan MTsN Blang Bale. 

Baca: Walhi: Asnawi Kritis Memberitakan Isu Lingkungan sampai Proyek Jalan

Baca: Wakil Ketua DPRA Minta Polisi Usut Tuntas Insiden Kebakaran Rumah Wartawan Serambi

Baca: Dinsos Salur Bantuan Masa Panik untuk Asnawi, Bahan Bangunan Rumah Menyusul

 

Kadis Lingkungan Hidup, Mulyadi SHu,t didampingi Kabid Pengendalian dan Tata Lingkungan, Teuku Ronal SP MIL, bersama tim datang ke sekolah tersebut untuk membagikan masker. 

Teuku Ronal kepada Serambinews.com menjelaskan, sehubungan kembali terjadi kebakaran lahan di wilayah Samatiga yang mengakibatkan timbulnya polusi asap, dinasnya melakukan pembagian masker pelindung pernapasan bagi anak-anak sekolah di lokasi terdampak polusi udara.

"Harapan Pak Kadis, dengan tersedianya masker bagi anak-anak sekolah di lokasi yang terdampak polusi udara, maka dapat mengurangi dampak negatif yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat," katanya.

Baca: Sesama Pemotor Bersenggolan, Pengendara Supra Meninggal di TKP

Menurutnya, tindakan preventif ini juga merupakan salah satu komitmen DLH untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kondisi asap yang telah mencemari lingkungan saat ini.

"Kabut asap yang terjadi saat ini sudah cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan. Kedatangan kami juga untuk menyosialisasikan tentang bahaya melakukan pembakaran sampah secara liar," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved