Opini

Gampong Wisata Lubok Sukon

Adakah gampong mandiri? Jawabnya:”tidak”. Kenapa? Karena gampong memiliki sumber daya yang serba terbatas

Gampong Wisata Lubok Sukon
IST
Prof. Jasman J. Ma’ruf, Guru Besar Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Rektor Universitas Teuku Umar

Oleh Prof. Jasman J. Ma’ruf, Guru Besar Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Rektor Universitas Teuku Umar

Adakah gampong mandiri? Jawabnya:”tidak”. Kenapa? Karena gampong memiliki sumber daya yang serba terbatas. Persyaratan untuk menjadikan gampong mandiri, yaitu sebuah gampong yang segala kebutuhan dan keinginannya dapat dipenuhi sendiri oleh gampong berkenaan. Karena itu gampong mandiri bolehlah dikatakan sebagai gampong “utopia”. Begitulah kalau kita meminjam istilah yang diperkenalkan Thomas More.

Kata utopia berasal dari Bahasa Yunani yang dipopulerkan oleh Thomas More dengan bukunya yang berjudul “Utopia” yang diterbitkan 1516. Buku ini menggambarkan suatu masyarakat di pulau fiktif di Samudera Atlantik. Istilah ini kemudian digunakan untuk mendeskripsikan masyarakat ideal, yaitu masyarakat khayalan yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginannya secara sempurna.

Karena itu dalam rangka membangun gampong bukan dengan menghadirkan gampong mandiri, tetapi gampong yang bisa dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang justru dapat menghela pertumbuhan ekonomi gampong-gampong lain di sekitarnya. Pusat pertumbuhan juga dapat menjadi etalase. Singapura negara super kaya ‘hanya’ karena menjadi etalase pasar ASEAN, sementara Hongkong jadi etalase Asia, begitu juga halnya Paris yang mewah, kaya raya hanya karena menjadi etalase pasar Eropah.

Begitu juga dengan sebuah gampong, ianya bisa menjadi etalase gampong lainnya. Gampong lainnya harus menjadi pem-back up gampong yang dijadikan etalase. Kesuksesan sebuah gampong menjadi pusat pertumbuhan dengan syarat mendapat dukungan oleh gampong lainnya sebagai pensuplai produk yang dipasarkan di gampong yang terpilih sebagai etalase.

Gampong wisata dapat dijadikan etalase sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, baik sebagai ekonomi masyarakat gampong yang terpilih sebagai gampong wisata maupun ekonomi masyarakat gampong pendukung sebagai produsen yang menghasilkan sovenir yang dipasarkan di gampong wisata.

Persyaratan destinasi
Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendefinisikan desa wisata adalah sebagai berikut: “Suatu wilayah pedesaan dengan luasan tertentu yang memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas, baik berupa karakter fisik lingkungan alam pedesaan maupun kehidupan sosial budaya kemasyarakatan yang mampu menciptakan perpaduan daya tarik wisata dengan pengembangan fasilitas pendukung wisatanya dalam suatu tata lingkungan yang harmonis dan pengelolaan yang baik dan terencana sehingga siap untuk menerima kunjungan wisatawan, termasuk di dalamnya kampung wisata karena keberadaannya di daerah kota.”

Dengan merujuk kepada definisi dan persyaratan destinasi, sebetulnya di Aceh dapat dikembangkan sejumlah pusat pertumbuhan ekonomi via gampong wisata. Sebagai contoh, untuk wisatawan minat khusus wisata kopi, maka Aceh memiliki gampong yang memiliki keunikan sebagai produsen kopi di Bener Meriah atau Aceh Tengah. Wisatawan minat khusus biasanya dalam berwisata berinteraksi secara langsung dengan masyarakat pedesaan, dalam hal ini misalnya, wisatawan akan tinggal bersama dengan masyarakat, ikut ke kebun kopi, memetik kopi dan mengolahnya untuk akhirnya ia nikmati kopi itu sebagai sensasi yang berbeda. Dan bagi wistawan minat khusus wisata bahari, Aceh memiliki Desa Iboih dan Gapang di Kota Sabang.

Lubok Aceh Besar

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menetapkan Gampong Lubuk Sukon di Kabupaten Aceh Besar, sebagai ikon Aceh dalam dunia pariwisata. Gampong Lubok Sukon telah melalui berbagai tahapan seleksi oleh Pemerintah Aceh sehingga ditetapkan sebagai Desa Wisata Aceh guna mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh. Terpilihnya Gampong Lubok Sukon menjadi Desa Wisata Aceh tahun 2013 karena telah memenuhi empat kriteria dasar yakni asli, lokal, unik, dan indah. Empat kriteria menjadi Desa Wisata Aceh tersebut akan menjadi ikon bagi wisatawan untuk melihat dan merasakan kondisi keunikan asli Aceh. Di samping mudah akses, Lubok Sukon juga tersedia akomodasi, telekomunikasi, dan tenaga kerja yang memadai.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved