Berita Sabang

Ini Trik Wapres Jusuf Kalla Majukan Sabang

JK juga mengingatkan wisata agar bisa berkembang, perlu adanya akses yang mudah di samping juga didukung keramahan rakyatnya terhadap wisatawan.

Ini Trik Wapres Jusuf Kalla Majukan Sabang
For serambinews.com
Dai Pidie, Dr Amri Fatmi Lc MA, bertemu Wapres RI Jusuf Kalla, di Jalan Diponegoro Jakarta, Senin (29/7/2019). FOR SERAMBINEWS.COM 

JK juga mengingatkan wisata agar bisa berkembang, perlu adanya akses yang mudah di samping juga didukung keramahan rakyatnya terhadap wisatawan, baik terhadap wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ini Trik Wapres Jusuf Kalla Majukan Sabang

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla atau lebih dikenal JK, mengatakan jangan harap Sabang bisa kembali maju, seperti dahulu.

Pelabuhan Sabang dahulunya sangat maju, karena barang mudah masuk lewat Sabang.

Tetapi, saat ini kapal sudah canggih, sehingga tak butuh lagi untuk singgah di Pelabuhan Sabang.

Selain itu, sekarang ini aturan perekonomian global sudah berubah.

"Di mana semua negara Asean boleh pasok barang ke sesama negara anggota dengan membayar pajak nol persen. Jadi banyak pelabuhan lain di Indonesia yang senasib dengan Sabang yang dulunya sangat maju," kata dai kondang Pidie, DR Amri Fatmi Lc MA, mengutip keterangan JK saat berdiskusi dengannya di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Baca: Polisi Amankan Puluhan Pelajar di Lhoksukon Aceh Utara

Baca: Tiga PNS Aceh Utara Dipecat, Terlibat Dalam Kasus Ini

Baca: Terekam CCTV Saat Mencuri Emas di Suzuya Mall, Pasutri Ini Terancam Hukuman Penjara 7 Tahun

"Jadi bukan pemerintah tidak mau bangun pelabuhan Sabang," lanjut JK. 

Ustaz Amri Fatmi, bertemu Wapres seusai menyampaikan ceramah di Masjid Sunda Kelapa Jakarta.

Ustaz Amri disuguhkan teh dan pisang goreng selama satu jam di rumah Wapres Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menambahkan saat ini Sabang bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata laut dan gunung.

JK juga mengingatkan wisata agar bisa berkembang, perlu adanya akses yang mudah di samping juga didukung keramahan rakyatnya terhadap wisatawan, baik terhadap wisatawan domestik maupun mancanegara.

" Ini yang sangat penting dilakukan, sebab saat ini adanya daerah di Indonesia yang merupakan kawasan wisata yang cantik dan infrastruktur dan akses yang memadai, tapi turis tak datang karena masyarakatnya kasar dan tidak ramah," cerita Wapres. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved