Jurnalisme Warga

Makam Syiah Kuala Jadi Destinasi Wisata Religi

ACEH merupakan negerinya para ulama, mesin produk cendikiawan muslim Nusantara

Makam Syiah Kuala Jadi Destinasi Wisata Religi
IST
KHAIRUDDIN, S.HI., M.Ag., Koordinator Warung Penulis (WP) Chapter Aceh Singkil, aktivis lembaga Keluarga Sakinah Mawaddah dan Rahmah (K-Samara), dan dai perbatasan Aceh, melaporkan dari Kilangan, Aceh Singkil

OLEH KHAIRUDDIN, S.HI., M.Ag., Koordinator Warung Penulis (WP) Chapter Aceh Singkil, aktivis lembaga Keluarga Sakinah Mawaddah dan Rahmah (K-Samara), dan dai perbatasan Aceh, melaporkan dari Kilangan, Aceh Singkil

ACEH merupakan negerinya para ulama, mesin produk cendikiawan muslim Nusantara. Betapa tidak, banyak ulama yang muncul dan terkenal di Tanah Rencong ini. Aceh juga dikenal dengan julukan Serambi Mekkah, hal ini tak terlepas dari kehebatan ulama Aceh tempo dulu.

Ada salah satu ulama besar di Aceh yang berasal dari Aceh Singkil, yakni Syiah Kuala. Ia sangat masyhur di kalangan masyarakat Aceh, bahkan sampai ke seantero tanah Melayu dan dunia Islam internasional.

Kehebatan dan ketinggian ilmunya menyebabkan namanya terus dikenang. Namanya bahkan telah diabadikan sebagai nama universitas negeri tertua dan ternama di Banda Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Juga diabadikan pada salah satu nama kampus di Kabupaten Aceh Singkil, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdurrauf. Perguruan tinggi ini merupakan kampus pertama yang ada di Aceh Singkil dan seluruh jurusannya sudah terakreditasi. STAI dibangun untuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya yang berada di Singkil.

Jasanya
Syekh Abdurrauf as-Singkily, kerap disapa Syiah Kuala, namanya terus dikenang karena jasa dan pengorbanannya untuk Aceh sangatlah besar. Nama belakangnya as-Singkily dinisbahkan pada tanah kelahirannya, yaitu Aceh Singkil. Penamaan lakab tempat sudah jadi tradisi bagi masyarakat Aceh, terutama bagi kalangan santri dan ulama dayah. Seperti Abu Kuta Krueng, Abu Bakongan, Abu Lamno, dan Abu Teuming. Hal serupa dilakukan oleh sahabat nabi, seperti Salman Alfarisi yang berarti Persia. Juga ulama hadis, Imam Bukhari yang berasal dari Bukhara.

Kembali ke topik. Singkil merupakah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Aceh. Kabupaten ini berada di jalur barat Sumatra yang menghubungkan Banda Aceh-Medan. Namun jalurnya agak berbukit dan perlu dilakukan banyak perbaikan akses jalan agar keterpencilan wilayah ini dapat diatasi.

Syekh Abdurrauf as-Singkily adalah ulama besar Aceh yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra, Nusantara, bahkan sampai ke Asia Tenggara. Syekh Abdurrauf as-Singkily lahir tahun 1024 H/1615 M. Beliau memiliki nama lengkap Aminuddin Abdul Rauf bin Ali al-Jawi Tsumal al-Fansuri as-Singkily. Juga sering disebut dengan Teungku Syiah Kuala, artinya ulama (syekh) yang dimakamkan di dekat kuala (muara) Krueng Aceh di Banda Aceh.

Syekh Abdurrauf pernah menjadi Mufti Agung Kerajaan Aceh ketika zaman Sultanah Safiatuddin Tajul Alam (1641-1643). Kini, nama perempuan yang yang pernah memimpin Aceh itu disematkan pada kompleks 23 anjungan kabupaten/kota se-Aceh, yaitu Taman Sultanah Safiatuddin di kawasan Lampriek, Banda Aceh. Perlu diketahui, Taman Ratu Safiatuddin telah berganti nama jadi Taman Sulthanah Safiatuddin pada PKA Ke-7 lalu. Sebab dalam sejarah Aceh tidak ada yang namanya ratu, justru yang ada sultanah atau sulthanah. Inilah alasan perubahan nama kompleks anjungan yang berada di belakang Kantor Gubernur Aceh itu.

Kembali lagi ke topik, pengaruh Syiah Kuala sangatlah penting di Kerajaan Aceh. Ini tergambar dari hadih maja yang berbunyi “Adat bak Poteu Meureuhom, hukom bak Syiah Kuala”. Maksudnya, “Adat di bawah kekuasaan raja (Iskandar Muda), sedangkan syariat Islam di bawah Syiah Kuala (ulama).” Jadi, hadih maja ini bicara tentang otoritas dari masing-masing figur, meski mereka tak sezaman.

Hadih maja ini menjelaskan betapa besarnya kekuasaan, peranan, dan pengaruh Syiah Kuala dalam pemerintahan saat itu. Ketika umara dan ulama bergabung dalam memimpin negeri, Aceh mencapai puncak kegemilangannya kala itu.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved