Mahasiswa Berprestasi
Nurmala Juara Debat Bahasa Inggris di Bali, Menjadi Kado Terindah di Akhir Kuliah
DEBAT bahasa Inggris politeknik tingkat nasional yang berlangsung di Politeknik Negeri Bali pada 28 April-3 Mei 2019
DEBAT bahasa Inggris politeknik tingkat nasional yang berlangsung di Politeknik Negeri Bali pada 28 April-3 Mei 2019 menjadi kado terindah bagi Nurmala. Bukan karena ajang tersebut menjadi kesempatan terakhir baginya tampil di even tingkat nasional di akhir masa kuliahnya di Politeknik Negeri Lhokseumawe, tapi dalam bulan April 2019, Nurmala berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus.
Penghargaan pertama diraih gadis kelahiran Lhokseumawe, 19 April 1998 itu, adalah menjadi pembicara terbaik dalam debat bahasa Inggris politeknik tingkat nasional di Bali. Sedangkan prestasi kedua yaitu bersama dua temannya menjadi juara ketiga kompetisi bahasa inggris berlabel National University Debating Championship (NUDC) tingkat wilayah tahun 2019. Lomba itu diadakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, 8-10 April 2019.
Karena itulah, April 2019 menjadi bulan yang paling membuat Nurmala bahagia. Sebab, ia bisa menyenangkan kedua orang tuanya dan bisa mengharumkan nama kampusnya dari tingkat lokal sampai ke level nasional.
Dalam kesehariannya, Nurmala berbeda dengan mahasiswi lain. Seusai pulang kuliah, ia memanfaatkan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas kuliah. Lalu, pada malam hari mulai pukul 19.30-21.00 WIB menjadi guru private bahasa Inggris di Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
“Sudah dua tahun lebih saya jadi guru private. Muridnya tidak banyak, karena target saya dalam tiga bulan muridnya sudah bisa bahasa Inggris,” ujar putri dari pasangan Aiyub Abdullah/Sudarsih ini yang juga memiliki hobi membaca komik dan menambah pengetahuan dengan membaca jurnal.
“Saya ini Insomnia, jadi dari pukul 22.00 WIB sampai larut malam baca komik, dan jurnal. Dua itu saja,” ujar mahasiswi Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas (Migas) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe ini. Kebiasaan membaca makin memudahkan Nurmala untuk menguasai isu-isu yang sering dibahas dalam debat. “Biasanya teman baru menyampaikan tema debat15 menit sebelum kegiatan dimulai. Misalnya tentang Palestina, prostitusi, dan lain-lain,” ujar Nurmala.
Orang tua dan pihak kampus, menurut Nurmala, selalu memberikan motivasi kepada dirinya pada setiap even yang diikuti. Meskipun pada awal-awalnya belum bisa meraih juara, dorongan tersebut makin menambah semangat Nurmala untuk terus mendalami masalah sosial yang sering menjadi pembahasan. Ia juga terus memperbaiki cara berkomunikasi dengan semua pihak. “Saya juga suka berinstagram, tapi hanya untuk foto-foto kegiatan yang saya ikuti. Kalau foto-foto selfie nggak pernah upload,” ungkapnya.
Sejak kecil Nurmala memang sudah terbiasa dengan kalimat-kalimat bahasa inggris yang diucapkan ayahnya yang bekerja sebagai pengusaha bidang perkapalan. “Orang tua sering ngajak saya ngomong bahasa Inggris. Misalnya, menanyakan ‘apa sudah makan dalam bahasa Inggris, sehingga dari hari ke hari saya semakin familiar dengan bahasa Inggris,” timpal Nurmala.
Ia memperdalam kemampuan bahasa Inggris melalui kursus, menonton film, bermain game, dan melalui animasi. “Jadi, ketika SMA saya sudah suka ngomong bahasa Inggris dengan teman-teman. Selain itu juga melalui animasi,” kata Nurmala. Nurmala akhirnya mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN1 Lhokseumawe.
Apalagi, saat itu Nurmala sering dapat kesempatan untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris untuk komunikasi dalam berbagai even di luar sekolah. “Awalnya kalau ngomong harus mikir dulu, tapi sekarang bisa langsung,” ujar Nurmala. Anak kedua dari lima bersaudara ini sudah mengikuti debat tingkat lokal sejak masih kelas III SMA.
Namun,Kini Nurmala sedang mengikuti pelatihan soft skill sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan kuliah di Politeknik Negeri Lhokseumawe. Sebelumnya, ia sudah menyelesaikan tugas akhir (TGA). Pada Agustus mendatang, Nurmala akan mengikuti yudisium dan pada Oktober mendatang direncanakan wisuda. Nurmala akan menjadi salah seorang mahasiswi yang lulus dengan predikat cum laude (pujian-red), karena Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya mencapai 3,70. (jafaruddin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nurmala.jpg)