Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Mahasiswa Berprestasi

Nurmala Juara Debat Bahasa Inggris di Bali, Menjadi Kado Terindah di Akhir Kuliah

DEBAT bahasa Inggris politeknik ting­kat nasional yang berlangsung di Poli­teknik Negeri Bali pada 28 April-3 Mei 2019

Tayang:
Editor: bakri
IST
Nurmala 

DEBAT bahasa Inggris politeknik ting­kat nasional yang berlangsung di Poli­teknik Negeri Bali pada 28 April-3 Mei 2019 menjadi kado terindah bagi Nurma­la. Bukan karena ajang tersebut menja­di kesempatan terakhir baginya tampil di even tingkat nasional di akhir masa kuliahnya di Politeknik Negeri Lhokse­umawe, tapi dalam bulan April 2019, Nurmala berhasil menyabet dua peng­hargaan sekaligus.

Penghargaan pertama diraih ga­dis kelahiran Lhokseumawe, 19 Ap­ril 1998 itu, adalah menjadi pembica­ra terbaik dalam debat bahasa Inggris politeknik tingkat nasional di Bali. Sedangkan prestasi kedua yaitu bersa­ma dua temannya menjadi ju­ara ketiga kompetisi bahasa inggris berlabel National Uni­versity Debating Champions­hip (NUDC) tingkat wilayah tahun 2019. Lomba itu dia­dakan Lembaga Layanan Pen­didikan Tinggi (LLDIKTI) Wila­yah XIII Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, 8-10 April 2019.

Karena itulah, April 2019 menjadi bulan yang paling membuat Nurmala bahagia. Sebab, ia bisa menyenang­kan kedua orang tuanya dan bisa mengharumkan nama kampusnya dari tingkat lokal sampai ke level nasional.

Dalam kesehariannya, Nur­mala berbeda dengan ma­hasiswi lain. Seusai pulang kuliah, ia memanfaatkan waktu istirahat untuk menye­lesaikan tugas kuliah. Lalu, pada malam hari mulai pu­kul 19.30-21.00 WIB menja­di guru private bahasa Inggris di Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

“Sudah dua tahun lebih saya jadi guru private. Murid­nya tidak banyak, karena tar­get saya dalam tiga bulan muridnya sudah bisa baha­sa Inggris,” ujar putri dari pa­sangan Aiyub Abdullah/Su­darsih ini yang juga memiliki hobi membaca komik dan menambah pengetahuan de­ngan membaca jurnal.

“Saya ini Insomnia, jadi dari pukul 22.00 WIB sampai larut malam baca komik, dan jurnal. Dua itu saja,” ujar ma­hasiswi Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas (Migas) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseuma­we ini. Kebiasaan membaca makin memudahkan Nurmala untuk menguasai isu-isu yang sering dibahas dalam debat. “Biasanya teman baru me­nyampaikan tema debat15 menit sebelum kegiatan di­mulai. Misalnya tentang Pa­lestina, prostitusi, dan lain-lain,” ujar Nurmala.

Orang tua dan pihak kam­pus, menurut Nurmala, selalu memberikan motivasi kepa­da dirinya pada setiap even yang diikuti. Meskipun pada awal-awalnya belum bisa me­raih juara, dorongan tersebut makin menambah semangat Nurmala untuk terus menda­lami masalah sosial yang se­ring menjadi pembahasan. Ia juga terus memperbaiki cara berkomunikasi dengan se­mua pihak. “Saya juga suka berinstagram, tapi hanya un­tuk foto-foto kegiatan yang saya ikuti. Kalau foto-foto sel­fie nggak pernah upload,” ungkapnya.

Sejak kecil Nurmala me­mang sudah terbiasa de­ngan kalimat-kalimat baha­sa inggris yang diucapkan ayahnya yang bekerja seba­gai pengusaha bidang perka­palan. “Orang tua sering ng­ajak saya ngomong bahasa Inggris. Misalnya, menanya­kan ‘apa sudah makan dalam bahasa Inggris, sehingga dari hari ke hari saya semakin fa­miliar dengan bahasa Ing­gris,” timpal Nurmala.

Ia memperdalam kemam­puan bahasa Inggris melalui kursus, menonton film, ber­main game, dan melalui ani­masi. “Jadi, ketika SMA saya sudah suka ngomong bahasa Inggris dengan teman-teman. Selain itu juga melalui anima­si,” kata Nurmala. Nurmala akhirnya mampu berkomuni­kasi dengan baik dalam ba­hasa Inggris setelah menyele­saikan pendidikan di SMAN1 Lhokseumawe.

Apalagi, saat itu Nurmala sering dapat kesempatan un­tuk menguji kemampuan ber­bahasa Inggris untuk komu­nikasi dalam berbagai even di luar sekolah. “Awalnya ka­lau ngomong harus mikir dulu, tapi sekarang bisa lang­sung,” ujar Nurmala. Anak ke­dua dari lima bersaudara ini sudah mengikuti debat ting­kat lokal sejak masih kelas III SMA.

Namun,Kini Nurmala se­dang mengikuti pelatihan soft skill sebagai salah satu sya­rat untuk menyelesaikan kuli­ah di Politeknik Negeri Lhok­seumawe. Sebelumnya, ia sudah menyelesaikan tugas akhir (TGA). Pada Agustus mendatang, Nurmala akan mengikuti yudisium dan pada Oktober mendatang direnca­nakan wisuda. Nurmala akan menjadi salah seorang maha­siswi yang lulus dengan pre­dikat cum laude (pujian-red), karena Indeks Prestasi Ku­mulatif (IPK)-nya mencapai 3,70. (jafaruddin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved