Polisi Simeulue Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian Via Medsos, Begini Caranya Beraksi

"Penangkapan tersangka ini tak terlepas dari dukungan masyarakat. Karena aksi pelaku telah memberikan keresahan di masyarakat,"

Polisi Simeulue Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian Via Medsos, Begini Caranya Beraksi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolres Simeulue, AKBP Ardanto Nugroho memperlihatkan barang bukti dan tersangka pelaku ujaran kebencian via medsos yang ditangkap di Sumedang, Jawab Barat. Foto direkam Selasa (30/7/2019) 

Laporan Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Anggota Satreskrim Polres Simeulue, menangkap seorang pelaku ujaran kebencian melalui media sosial (Medsos), atas nama DR (30) asal Sumedang, Jawa Barat.

Pelaku berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polres Simeulue pada 17 Juli 2019 lalu di Sumedang.

Kapolres Simeulue, AKBP Ardanto Nugroho, dalam jumpa pers Selasa (30/7/2019) menyatakan bahwa sejak tersangka ditangkap dan dilakukan pendalaman oleh penyidik, tersangka tidak ada yang membantu maupun yang menyuruh dalam ia beraksi di medsos.

Baca: Sumur Tua Semburkan Gas Setinggi 5 Meter di Aceh Timur, Bau Gas Menimbulkan Nyeri di Dada 

"Penangkapan tersangka ini tak terlepas dari dukungan masyarakat. Karena aksi pelaku telah memberikan keresahan di masyarakat," kata Kapolres Simeulue.

Dalam menjalankan aksinya di medsos, pelaku terlebih dahulu berkenalan dengan korbannya kemudian menguasai akun dan juga pasword facebook milik korban.

"Pelaku sempat mengancam korban dengan meminta sejumlah uang, tapi tidak disetujui oleh korban," katanya yang turut didampingi Kasatreskrim Iptu Muhammad Khalil.

Baca: Bayi yang Dibuang di Pidie Banyak Diminati Calon Orang Tua Asuh, dari Belitung Hingga Sumut

Lebih lanjut, saat akun medsos maupun pasword milik korban atas nama S warga Simeulue, sudah dikuasai pelaku saat itu pelaku mulai melakukan aksi kotornya dengan memburukan orang lain melalui akun korban.

"Akun korban itu di hacker pelaku," katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku, yakni berupa tiga buah handphone.

Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan kepada aparat yang meringkusnya saat itu.

Baca: Jelang Berakhir Masa Jabatan, Anggota DPRK Abdya Kurang Disiplin Hadiri Sidang

Kapolres Simeulue menjelaskan, atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 32 ayat (1) jo pasal 48 ayat (1) dan atau pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1)

dan atau pasal 27 Ayat (4) Jo Pasal 45 Ayat (4) dan atau pasal 30 ayat (1) jo pasal 46 ayat (1)

dan atau pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) UU RI nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).(*)

Baca: Diduga Sopir Ngantuk, Truk Tabrak Pembatas Jalan di Tapaktuan Aceh Selatan

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved