Rumah Wartawan Terbakar

PWI Aceh Tengah Harap Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara

“Ini merupakan ancaman yang luar biasa serta upaya ekstrem untuk membungkam kerja wartawan,” tegas Jurnalisa.

PWI Aceh Tengah Harap Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara
SERAMBI/RASIDAN
Rumah wartawan Serambi, Asnawi Luwi, tinggal puing setelah terbakar pada Selasa (30/7/2019) dini hari 

“Ini merupakan ancaman yang luar biasa serta upaya ekstrem untuk membungkam kerja wartawan,” tegas Jurnalisa

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Peristiwa pembakaran rumah milik salah seorang Wartawan Harian Serambi Indonesia, Asnawi, di Kutacane, Aceh Tenggara, mengundang keprihatinan sejumlah pihak.

Tidak terkecuali dari para pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah yang ikut merasakan duka atas peristiwa menimpa wartawan di daerah serumpun Gayo itu.

Ketua PWI Aceh Tengah, Jurnalisa kepada Serambinews.com, Rabu (31/7/2019) menuturkan, kejadian pembakaran yang menyasar rumah salah seorang wartawan di Aceh Tengah, merupakan kejadian memilukan bagi insan pers.

Baca: Usut Penyebab Karhutla di Aceh Barat, Polisi Periksa 9 Warga, Siswa Korban Asap Dibawa Pulang

“Ini merupakan ancaman yang luar biasa serta upaya ekstrem untuk membungkam kerja wartawan,” tegas Jurnalisa.

Untuk itu, lanjut Jurnalisa, diharapkan pihak penegak hukum bisa mengusut tuntas kasus dugaan pembakaran rumah wartawan di Kutacane, sehingga bisa diketahui pelaku serta motif dibalik teror tersebut.

“Kami mendorong, Polda Aceh, bisa menurunkan timnya untuk mengusut kasus ini secara serius. Agar ancaman serupa tidak terulang lagi,” pintanya.

Disebutkan, bagi pihak-pihak yang keberatan terhadap sebuah pemberitaan yang ditulis seorang wartawan, ada mekanisme yang mengatur sesuai dengan ketentuan yang ada.

Baca: Puluhan Pasutri Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Pidie, Begini Syarat dan Ketentuannya

Ketua PWI Aceh Tengah, Jurnalisa
Ketua PWI Aceh Tengah, Jurnalisa (FOR SERAMBINEWS.COM)

Apakah dalam bentuk klarifikasi atau ralat dan upaya lain.

“Bukan lantas melakukan tindakan premanisme, bahkan hingga mengancam jiwa wartawan dan keluarganya,” sebut Jurnalisa.

Dia mengharapkan, agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi bagi para kuli tinta, bukan hanya di Aceh Tenggara, tetapi di seluruh bumi Serambi Mekkah ini.

“Memang, terkadang dengan tajamnya pena, kita selalu diuji agar bisa selalu tegak berdiri. Semoga Asnawi bisa tetap bersabar menghadapi cobaan ini,” pungkas Jurnalisa.(*)

Baca: Ini Identitas 3 Pria dalam Mobil Putih, Ditangkap Polisi di Aceh Utara, Terdengar Suara Tembakan

Baca: Ular Maut Tewaskan Anggota Brimob di Papua, Penawar Racunnya Seharga Mobil, Ini Penjelasan Ahli

Baca: Kronologi Bripka Desri Sahrondi Tewas Digigit Ular Derik di Papua, Racun Diduga Lumpuhkan Saraf Otak

Penulis: Mahyadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved