Noviana Atlet Sepeda dengan Sederet Prestasi

Barangkali tak banyak orang yang mengenal sosok Noviana (24). Perempuan muda bertubuh atletis kelahiran Simpang Kercing

Noviana Atlet Sepeda dengan Sederet Prestasi
IST
Noviana

Barangkali tak banyak orang yang mengenal sosok Noviana (24). Perempuan muda bertubuh atletis kelahiran Simpang Kercing, Kampung Tansaran, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah ini, adalah atlet sepeda sport. Mungkin, di kalangan masyarakat umum namanya jarang terdengar. Apalagi, di Bumi Serambi Mekkah, nama Noviana hampir tidak dikenal. Namun, siapa sangka bila perempuan yang baru saja melepas masa lajangnya, merupakan atlet sepeda sport yang sudah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia.

Dalam delapan tahun terakhir, Noviana sudah menjajal hampir sebagian besar track sepeda sport dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, ia pernah mewakili Indonesia ke sejumlah kejuaraan balap sepeda. Prestasi teranyar yang diraih Noviana adalah menjadi juara kedua Over All Uttarakhand Himalaya MTB Chalenge 4th Edition Distnace 564 km, di India, pertengahan April lalu.

Istri dari Atep Muhana yang kini menetap di Jakarta, merupakan perempuan berdarah asli Gayo. Ia melakoni dunia olahraga cabang balap sepeda sejak tahun 2012 silam. Sayangnya, sederet prestasi gemilang yang diraih Noviana, tersebut justru bukan disumbangkan untuk Aceh. Tapi, untuk Provinsi Riau.

Mengapa demikian? Atlet balap sepeda yang lahir dari ‘rahim’ Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Aceh Tengah dan saat ini bernaung di bawah Batik Air Racing Team, pada tahun 2012 lalu bersama dua temannya dipinang untuk memperkuat kontingen tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-18 di Provinsi Riau.

Pinangan itu langsung diterima karena di tanah kelahirannya, prestasi Noviana dan kawan-kawan kurang dilirik. Alhasil, kepindahannya mewakili Provinsi Riau, membawa berkah bagi Noviana. Prestasi demi prestasi berhasil ditorehkan oleh putri kelima dari pasangan Fauzi dan Marhamah (almh) ini.

Tentu, namanya lebih dikenal di kalangan pelaku olahraga di Provinsi Riau ketimbang di tanah kelahirannya. “Waduh, sejak tahun 2012 sudah banyak mengikuti kejuaraan balap sepeda. Saya lupa, prestasi apa saja yang sudah saya raih. Tapi, terakhir kejuaraan balap sepeda di India, pertengahan April 2019 lalu,” kata Noviana saat dihubungi Serambi melalui telepon selulernya, Rabu (31/7).

Meski sudah menyandang status sebagai seorang istri, namun tak menghalangi semangat perempuan berparas cantik ini untuk tetap berjibaku dan berlaga di track-track ekstrem balap sepeda. Dukungan dari suaminya, Atep Muhana, seakan menjadi pelecut semangat bagi Noviana untuk terus bisa terus menggapai dan mengoleksi lebih banyak lagi prestasi. “Saya sedang mempersiapkan diri untuk beberapa even balap sepeda yang akan digelar dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Even yang akan dihadapi srikandi Gayo ini dalam waktu dekat adalah Sea Games di Filipina, akhir November mendatang. “Sekarang saya sedang berada di Camp Pelatnas, insya Allah akan jadi wakil Indonesia di cabang balap sepeda Sea Games tahun ini di Filipina,” ucap Noviana.

Kini, Noviana bukan lagi aset berharga bagi daerah di bidang olahraga. Tapi, ia sudah menjadi atlet nasional yang namanya sangat diperhitungkan pada beberapa ajang di Asia Tenggara, bahkan dunia. “Alhamdulillah, selain berlatih secara keras, juga dukungan dari berbagai pihak, khususnya keluarga sehingga bisa menggapai prestasi ini,” akunya.

Di pengujung ceritanya, Noviana mengaku memiliki harapan besar untuk bisa kembali ke tanah kelahiranya. Membela dan membawa nama Aceh, di berbagai even balap sepeda. Namun, karena sejumlah pertimbangan, sehingga untuk sementara ia mengurungkan niat untuk pulang kampung. “Kalau ada jaminan untuk masa depan, kenapa tidak,” tutupnya sembari tertawa di ujung telepon.(mahyadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved