Info Haji 2019

Pemondokan Jamaah Aceh 3,5 Km dari Masjidil Haram

Sebanyak delapan kelompok terbang (kloter) dari 12 kloter jamaah calon haji dari Aceh sudah tiba di Kota Mekkah, Arab Saudi

Pemondokan Jamaah Aceh 3,5 Km dari Masjidil Haram
IST
Laporan Mohd Din, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia

Laporan Mohd Din, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia

Mekkah - Sebanyak delapan kelompok terbang (kloter) dari 12 kloter jamaah calon haji dari Aceh sudah tiba di Kota Mekkah, Arab Saudi. Semua jamaah tersebut tinggal di Maktab Syisyah yang jaraknya sekitar 3,5 kilometer (Km) dari Masjidil Haram.

Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, yang merupakan atu di antara Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Aceh bersama istrinya, dari Mekkah, kemarin, melaporkan, kondisi Mekkah cukup padat karena JCH dari berbagai negara sudah menuju kota tersebut, termasuk JCH gelombang pertama asal Indonesia.

Menurut informasi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, jumlah jamaah calon haji tahun 2019 hingga saat ini (10 hari-red) menjelang wukuf di Arafah, sudah mencapai 2 juta orang lebih. Pada puncak wukuf, jumlah jamaah calon haji diperkirakan lebih dari 3 juta orang. Jumlah itu sudah termasuk jamaah dari Arab Saudi.

Menurut Mohd Din, kepadatan juga terlihat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan Bandara Amir Mahmud Abdul Aziz, Madinah. Hal yang menguntungkan jamaah akibat kepadatan itu adalah pemeriksaan tidak begitu ketat, sehingga hanya membutuhkan beberapa menit untuk melewati imigrasi kedua bandara itu.

“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di dua bandara tersebut antrean melewati imigrasi sangat panjang dan lama,” kata Mohd Din mengutip pernyataan salah seorang petugas haji dari Indonesia yang bertugas di Mekkah. Dikatakan, kemudahan itu juga dimungkinkan karena tidak ada pemeriksaan biometrik di kedua bandara tersebut, karena sudah terlebih dulu dilakukan di daerah masing-masing.

Mohd Din juga melaporkan, sebagian besar JCH Aceh memilih untuk melaksanakan tawaf umrah di lantai satu dan dua Masjidil Haram, karena lebih longgar meski putarannya lebih panjang. Sama halnya dengan JCH lanjut usia (lansia). Mereka juga memilih tawaf di lantai satu dan kedua, sebab lebih mudah dan longgar menggunakan kursi roda.

Hingga Selasa (30/7) pagi Waktu Arab Saudi, sebut Mohd Din, situasi di Masjidil Haram penuh sesak dengan jamaah yang melaksanakan shalat dan tawaf, khususnya di sekeliling Kakbah. Sebagian jamaah yang tawaf tersebut merupakan bagian dari rangkaian umrah yang diikuti dengan sai dan pemotongan rambut sebagai tanda tahalul ihram umrah.

“Sebagian besar lagi jamaah yang tawaf tersebut adalah melaksanakan sunat tawaf,” sebutnya.

Hal yang sama juga dilaporkan, jumlah jamaah yang melaksanakan sai yaitu jalan dan berlari kecil sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwah cukup padat, meski tak sepadat pelaksanaan tawaf.

Hujan debu
Mohd Din juga melaporkan, saat ini gelombang suhu panas dan hujan debu yang sesekali terjadi akibat angin kencang melanda Kota Mekkah. Pada pagi hari, suhu dilaporkan sekitar 29 derajat Celsius, dan mencapai puncaknya pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan suhu udara 42 hingga 47 derajat Celsius. Suhu ini diperkirakan makin meningkat hingga wukuf di Arafah yang mencapai 50 derajat Celsius.

“Berdasarkan informasi dari sejumlah surat kabar dan media online berbahasa Inggris di Arab Saudi, situasi di sekitar Mekkah sangat aman. Persoalan yang sedang terjadi adalah gelombang suhu panas dan sesekali terjadi hujan debu akibat angin kencang,” lapor Mohd Din melalui pesan WhatsApp (WA) yang diterima Serambi, Rabu (31/7).

Menurut informasi dari petugas haji Indonesia, tambah Mohd Din, jamaah calon haji yang mengambil arbain di Madinah mulai bergeser ke Mekkah. Demikian juga jamaah calon haji dari negara-negara Asia Selatan yg mengambil haji Qiran sudah memasuki Kota Mekkah. Jamaah haji dari Asia mengambil haji tawaduq yaitu mendahulukan umrah. Untuk itu, jamaah calon haji dari Asia Tenggara dikenakan denda atau dam sebesar 350 riyal.

Mohd Din menambahkan, Kota Mekah akan ditutup beberapa hari sebelum wukuf di Arafah. Tujuannya, untuk menghindari datangnya jamaah yang tidak terdaftar alias tak resmi. Pintu-pintu gerbang menuju Mekkah, termasuk bandara dan pelabuhan juga sudah ditutup. Kota Mekkah akan dibuka kembali setelah wukuf di Arafah.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved