Info Haji 2019

3 Juta Jamaah Calon Haji Kumpul di Mekkah

Kloter sembilan Jamaah Calon Haji (JCH) dari Aceh, sudah tiba di Arab Saudi pada, Kamis (1/8/2019) pagi waktu setempat

3 Juta Jamaah Calon Haji Kumpul di Mekkah
IST
Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia

MEKKAH - Kloter sembilan Jamaah Calon Haji (JCH) dari Aceh, sudah tiba di Arab Saudi pada, Kamis (1/8/2019) pagi waktu setempat. Mereka menempati maktab Raudhah-Syib Amir, Syisyah 2. Dengan demikian, sekitar 3500 JCH Aceh sudah berada di Mekkah.

Sementara itu, dilaporkan juga sekitar 90 persen atau lebih 3 juta JCH dari berbagai penjuru dunia sudah berada di Mekah, termasuk jamaah gelombang pemberangkatan pertama Indonesia.

Dengan makin banyaknya jamaah yang bergerak ke Mekkah, maka kepadatan lalu lintas di Kota Mekah cukup tinggi. Termasuk juga makin padatnya jamaah yang melaksanakan tawaf umrah wajib dan tawaf sunat.

Menurut informasi, setiap waktu shalat tidak kurang 1,5 juta orang berkumpul di Masjidil Haram. Hampir sebagian besar jamaah, terutama yang maktabnya dekat dengan masjidil haram memanfaatkan kesempatan shalat berjamaah di Masjidil Haram.

Suhu Kamis pagi dilaporkan 28 derajat celcius dan siang pukul 12 waktu setempat mencapai 42 derajat.

Mengingat padatnya jamaah di Masjidil Haram, semua ketua kloter JCH Aceh menyarankan, agar jamaah tidak memaksa diri untuk shalat wajib di Masjidil Haram. Dikhawatirkan, para jamaah akan terkuras tenaganya dan rentan terjangkit berbagai penyakit, termasuk di antaranya dehidrasi, flu berat, hingga stroke.

Hal ini penting diperhatikan agar para jamaah bisa melaksanakan wukuf dan melempar jumrah yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Dokter Astuti, petugas kesehatan haji dari Aceh mengatakan, sejauh ini belum ada jamaah haji Aceh yang mengalami gangguan kesehatan serius atau yang perlu rujukan. Selama ini, katanya, petugas kesehatan masih menangani jamaah yang flu dan kelelahan karena umur.

Meski demikian, dokter Astuti tetap mengimbau jamaah menjaga kondisi dan kesehatan, mengantisipasi kemungkinan munculnya berbagai gangguan kesehatan di hari-hari mendatang. Menurut dokter yang bertugas di Aceh Tamiang ini, jamaah Aceh kurang disiplin. "Kita sudah mengingatkan, setiap saat menggunakan masker dan jangan beraktivitas di luar yang banyak. Tapi, belum banyak yang menaati, sehingga sudah ada jamaah yang mimisan," katanya.

Di luar penginapan, masih dilaporkan, banyak debu yang berterbangan karena suhu yang tinggi. Bila jamaah sering terpapar debu dan suhu yang cukup panas, maka rentan gangguan kesehatan.

Sementara itu, Dokter Ridwan Taufik, Tim Kesehatan Haji Indonesia yang bertugas di Masjidil Haram mengatakan, sejauh ini belum ada laporan gangguan kesehatan serius yang dialami jamaah dari Aceh di Masjidil Haram. Tapi, untuk jamaah Indonesia sudah cukup banyak, hampir sama dengan tahun lalu.

Saat ini, dia sedang melakukan survei di Armina, persiapan pencegahan penanggulangan kesehatan ketika wukuf.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved