Giok Aceh Dipasarkan ke Cina dan Hong Kong

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh bekerja sama

Giok Aceh Dipasarkan ke Cina dan Hong Kong
SERAMBI/HERIANTO
Perhiasan batu giok produk Nagan Raya, akan di pasarkan ke Cina dan Hongkong dalam petermuan P3GIA dengan Dekranasda dan Dinas ESDM Aceh di pendopo Plt Gubernur Aceh di Blang Padang,

BANDA ACEH - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh bekerja sama dengan pengurus Perhimpunan Pecinta Penambangan Batu Giok Aceh Indonesia (P3GIA) akan meningkatkan pemasaran produksi perhiasan batu giok Aceh ke Cina dan Hong Kong, melalui pameran batu giok nasional dan Internasional.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur mengatakan, dari Agustus hingga Desember 2019 ada beberapa pameran batu giok nasional dan internasional yang akan di gelar, diantaranya di Surabaya dan Hongkong. Aceh akan ikut menjadi salah satu pesertanya.

Agar produksi giok Aceh lebih berkualitas dan beraneka ragam, katanya, pihak P3GIA bersedia mengajari para perajin dalam membuat berbagai produk dari giok, seperti gelang, kerabu, mata cincin, bros baju, mata rantai, jam tangan, dan produk lainnya.

"Jika berbagai produk perhiasan bisa dibuat dari batu giok, peluang untuk dipasarkan ke luar Aceh maupun luar negeri menjadi lebih besar," kata Mahdinur kepada Serambi, Jumat (2/8).

Dia menambahkan, berdasarkan informasi pihak P3GIA, batu giok yang beredar di pasaran Cina dan Hong Kong, berasal dari Kanada. Aceh yang memiliki potensi batu giok sangat besar, sangat berpeluang mengisi pasaran Cina dan Hong Kong. "Apalagi kualitas batu giok berwarna hijau asal Nagan Raya dan Aceh Barat serta beberapa daerah lainnya di Aceh sangat baik dan disukai konsumen dunia," tandas Mahdinur menambahkan bahwa di Cina dan Hong Kong batu giok sangat berharga dan sudah seperti perhiasan emas yang selalu diburu.

Untuk bisa menembus pasar dunia, menurut Ketua P3GIA, Syariat, para perajin giok lokal harus bisa menghasilkan produk-produk terbaru dan berkualitas. Karena jika tidak, giok Aceh yang berkualitas baik itu tak mampu bersaing. "Kita mengajak P3GIA dan Dekranasda Aceh untuk memperkuat dan meningkatkan produksi perhiasan batu giok," tandas Mahdinur.

Sementara Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati pada saat melakukan pertemuan dengan pengurus P3GIA di rumah dinas Plt Gubernur Aceh mendukung rencana program menguatkan kembali pembinaan kerajinan perhiasan batu giok asal Aceh untuk dipasarkan ke luar negeri.

Dyah menyatakan, dirinya setuju kerajinan perhiasan batu giok di-booming-kan, agar Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang produksi perhiasan batu giok kualitas dunia.

Terkait hal itu, pihak P3GIA juga akan mengurus indikasi geografi giok Aceh, supaya produksi giok warna Aceh yang berwarna hijau dipatenkan, sehingga pihak negara luar tidak lagi menyatakan giok warna hijau Aceh milik mereka.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved