Jurnalisme Warga

Wisata Religi di Masjid Terindah Barsela

SEBAGAI ibu kota Kabupaten Aceh Barat, Meulaboh berada sekitar 225 kilometer sebelah tenggara Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh

Wisata Religi di Masjid Terindah Barsela
IST
MUKHSINUDDIN, S.Ag, M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Masjid Agung Meulaboh, Aceh Barat

OLEH MUKHSINUDDIN, S.Ag, M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Masjid Agung Meulaboh, Aceh Barat

SEBAGAI ibu kota Kabupaten Aceh  Barat, Meulaboh berada sekitar 225 kilometer sebelah tenggara Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh. Meulaboh dikenal sebagai tanah kelahiran pahlawan nasional Teuku Umar Johan Pahlawan. Selain merupakan kota terbesar di pesisir pantai barat-selatan Aceh (Barsela), di kota ini juga terdapat sebuah masjid yang begitu megah dan indah, yakni Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

Masjid agung ini merupakan masjid terbesar di kawasan Barsela. Dibangun di atas tanah 4 hektare dan mampu menampung 8.000 jamaah sekaligus, Baitul Makmur diresmikan sebagai Masjid Agung Aceh Barat pada 1 Juni 1999 oleh bupati kala itu. Masjid ini punya taman dan areal parkir yang luas.

Letak masjid ini pun sangat strategis, berada di tengah-tengah Kota Meulaboh, tepatnya di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Johan Pahlawan. Menariknya lagi, masjid ini berada di persimpangan menuju beberapa kabupaten. Bagian timur masjid terdapat persimpangan menuju Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan. Di utara masjid terdapat persimpangan menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Pidie. Di sebelah barat masjid terdapat persimpangan menuju Aceh Jaya dan Banda Aceh, sedangkan di selatannya diapit oleh Lautan Samudra Hindia, tempat Pelabuhan Meulaboh berada. Dari pelabuhan inilah orang naik kapal menuju Kabupaten Simeulue.

Di samping masjid ini berdiri megah gedung Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah, madrasah ibtidaiah, dan TK Alquran yang menjadi favorit masyarakat Meulaboh untuk menyekolahkan anaknya di situ.

Arsitektur masjid agung ini merupakan perpaduan antara Timur Tengah, Asia, dan Aceh dengan  pemilihan warna cokelat cerah yang dikombinasikan dengan warna merah bata di tujuh kubah dan dua menaranya. Ciri khas Masjid Agung Baitul Makmur yang dapat dilihat secara kasatmata adalah ada tiga kubah utama yang diapit dua kubah berukuran lebih kecil serta dua menara di samping kiri dan kanan masjid. Tinggi menara ini hampir 40 meter. Bentuk semua kubah sama, yaitu bulat berujung lancip, khas perpaduan arsitektur Timur Tengah dan Asia.

Kombinasi antara keluasaan bangunan dan keindahan arsitektur telah membawa Masjid Agung Baitul Makmur ini sebagai salah satu masjid agung yang masuk ke dalam 100 masjid terindah di Indonesia. Untuk lingkup Aceh, peringkatnya, saya kira, berada setelah Masjid Raya Baiturahman dan Masjid Almakmur (Masjid Oman) Banda Aceh.

Sebagai salah satu dari 100 masjid terindah di Indonesia, nama dan foto-foto Masjid Agung Baitul Makmur ini tercantum di dalam buku yang disusun oleh Teddy Tjokrosaputro dan Aryananda,  diterbitkan oleh PT Andalan Media, Agustus 2011 setebal 200 halaman.

Ketika saya menjabat Sekretaris Umum Badan Kemakmuran Masjid Agung (BKMA)  Baitul Makmur Meulaboh tahun 2010 telah saya berikan data masjid agung ini kepada PT Andalan Media Jakarta untuk dimasukkan ke dalam 100 masjid terindah di Indonesia. Alhamdulilah, data serta foto-foto masjid yang indah itu dimasukkan dalam buku itu. Pada tahun 2012 cerita tentang Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh sebagai salah satu dari 100 masjid terindah di Indonesia itu sudah dipublikasi oleh Harian Serambi Indonesia pada 20 Maret.

Dalam buku tersebut juga disajikan sejarah, lokasi, data teknis, dan keindahan dari 100 masjid yang ada di Indonesia. Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tentu saja termasuk di antaranya. Sebelum kita memasuki halaman Masjid Agung Meulaboh ini terlihat ada tiga pintu gerbang megah bergaya arsitektur Timur Tengah, masing-masing di belakang masjid, di samping kiri dan kanan masjid. Sedangkan pintu gerbangnya berdiri sendiri terpisah puluhan  meter dari bangunan masjid. Ini menambah kesan anggun. Pintu gerbang ini seakan-akan menegaskan bahwa siapa pun yang memasuki gerbang akan mendapati pemandangan yang indah, terlebih karena di dalamnya ada taman yang asri.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved