Info Haji 2019

Bus Shalawat Bawa Jamaah ke Arafah

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah akan menghentikan sementara operasi bus shalawat 6 sampai 15 Agustus 2019

Bus Shalawat Bawa Jamaah ke Arafah
IST
Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia

Mekkah - Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah akan menghentikan sementara operasi bus shalawat 6 sampai 15 Agustus 2019. Itu merupakan hari-hari menjelang, selama, dan setelah pelaksanaan wukuf. Penghentian itu dilakukan karena bus-bus tersebut akan digunakan untuk mengangkut jamaah calon haji dari Mekkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, Muzdalifah ke Miba, dan dari Miba kembali ke Mekkah.

Sejalan dengan itu, suplai katering untuk jamaah juga terhenti selama 5 hari. Pemerintah Arab Saudi sudah memutuskan dan mengumumkan wukuf pada tanggal 9 Zulhijjah atau 10 Agustus 2019.

Kepala Kloter 7 Jamaah Calon Haji Aceh, Anwar, Sabtu (3/8), mengutip keterangan Kepala Daerah Kerja Haji Indonesia Mekkah, Subhan Chalid, mengatakan, penghentian pelayanan bus shalawat dilakukan karena bus-bus akan digunakan untuk mengangkut jamaah calon haji dari Mekkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, Muzdalifah ke Miba, dan dari Miba kembali ke Mekkah.

Menurut Subhan, menjelang puncak haji wukuf di Arafah, bus-bus akan dibuat stiker untuk memudahkan jamaah menandai armada yang melayaninya, pengarahan sopir tentang jalur yang membawa jamaah, dan pengaturan arus bolak balik dari Mekkah ke Arafah. “Untuk membuat stiker dan pengarahan sopir bus shalawat membutuhkan waktu selama dua hari,” ungkap Subhan.

Bus shalawat adalah sarana transportasi yang disediakan Pemerintah Arab Saudi secara gratis untuk jamaah dari maktab ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Bus shalawat melayani 12 rute secara cuma-cuma. Anwar mengimbau, waktu jeda bus bisa digunakan secara maksimal oleh jamaah untuk persiapan ibadah, persiapan fisik, dan mental. Sementara itu, karena tidak tersedia bus, ditambah lagi dengan padatnya arus di Kota Mekkah, katering untuk jamaah dihentikan sementara. Kepada jamaah diminta untuk menyiapkan makanan subsitusi (pengganti) yang mudah didapat seperti roti, kurma dan buah-buahan.

Namun, menurut informasi petugas haji yang sudah beberapa kali menjadi petugas, biasanya pedagang makanan musiman akan muncul pada siang dan malam hari di sekitar maktab jamaah. "Yang perlu persiapan makanan selama wukuf," kata seorang petugas.

Sementara itu, dr Astuti, Anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia mengatakan, jamaah sebaiknya menyiapkan fisik dan mental secara baik. Sebab menurut dia, wukuf di Arafah pada musim haji kali ini menghadapi cuaca panas yang ekstrem. "Itu membutuhkan ketahanan fisik yang baik," katanya.

Jamaah pijay meninggal

Informasi lain, Salmiyah binti Muhammad Daud (69), jamaah calon haji asal Gampong Kiran Dayah, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, meninggal dunia di RSAS King Faisal, Syisyah, Mekkah, Sabtu (3/8) Pukul 00.42 Waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 04:42 WIB. Informasi ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs H M Daud Pakeh melalui Koordinator Humas dan Penerangan PPPIH, Muhammad Nasril Lc, kepada Serambi, Sabtu (3/8).

M Nasril menyampaikan, Salmiyah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) satu bersama jamaah asal Pidie Jaya, Sabang, dan Pidie, yang berangkat pada 19 Juli lalu. Melihat jadwal keberangkatan, Almarhumah sudah berada di tanah suci sekitar dua minggu lebih. Berdasarkan informasi tim dokter, tambah Nasril, Salmiya meninggal dunia akibat mengalami hipertensi/serangan jantung.

Dalam keterangannya, dokter merilis penyebab meninggal karena mengalami Ischemic Heart Attack + Penurunan Kesadaran + Brarikardi (Serangan Jantung). Ia menceritakan, jamaah sebelumnya sempat dirawat di KKHI selama dua hari, namun sejak tiga hari lalu jamaah dipulangkan ke hotel.

Saat dirawat di KKHI, almarhumah mengeluh sesak nafas dan cepat lelah. Hasil Diagnosa di KKHI, Penyakit Jantung Koroner. Namun semalam saat sedang berbincang dengan temannya kembali mengalami sesak nafas. Sehingga langsung dilarikan ke RSAS King Faisal. Namun beberapa jam di rumah sakit, Salmiyah mengembuskan napas terakhir.

Sementara Zahrol fajri MH, Petugas TPHD/Waqaf Baitul Asyi Aceh/Ketua Kloter 1 menyampaikan, jamaah tersebut masuk rumah sakit kemarin sore waktu Arab Saudi. Saat ini, tambahnya, jenazah almarhum sedang dalam proses administrasi dan fardhu kifayah untuk segera dikebumikan.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved