Breaking News:

MTQ Mahasiswa Nasional

‘Terima Kasih Unsyiah’ MTQMN Ke-16 Ditutup

Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16 di Kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), berakhir tadi malam

Editor: bakri
SERAMBI/BUDI FATRIA
Suasana penutupan MTQMN Ke-16 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, tadi malam. 

* Universitas Negeri Malang Juara Umum

Banda Aceh - Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16 di Kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), berakhir tadi malam. Hasilnya, Universitas Negeri Malang meraih nilai tertinggi dan ditetapkan sebagai juara umum. Bagi mereka, ini adalah gelar juara umum keempat kali secara berturut-turut. Sementara tuan rumah berada di peringkat ketujuh. Kendati demikian, Unsyiah pantas berbangga hati. Sebab, Unsyiah dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang baik even dengan total peserta 1.931 orang dari 179 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia tersebut.

Karena itu, tak salah bila kemudian perwakilan peserta menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Unsyiah yang sudah melaksanakan semua agenda MTQMN kali ini dengan baik dan memberi pelayanan yang cukup memuaskan kepada kafilah. Sehingga para tamu tersebut berharap apa yang dilaksanakan oleh Unsyiah kali ini bisa dicontoh untuk tuan rumah MTQMN di masa-masa mendatang.

Sejumlah pendapat yang memberikan apresiasi kepada Unsyiah umumnya disampaikan perwakilan kafilah melalui pesan WhatsApp (WA) kepada panitia. Salah seorang panitia yang ikut menerima komentar tersebut adalah Koordinator Humas dan Publikasi, Dr Zulkarnain Jalil. Pesan-pesan WA tersebut kemudian diteruskan oleh Zulkarnain Jalil kepada Serambi, tadi malam.

“Kami dari Kafilah Universitas Papua menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan LO serta semua pihak yang sudah melayani kami dengan sangat  baik. Mohon maaf bila ada yg salah dan khilaf dari kami. Kiranya Allah SWT dapat membalas kebaiksn bapak, ibu dan adik-adik mahasiswa dengan lebih baik. Setelah MTQMN di Aceh jangan ada yang keluar dari grup supaya kita bisa merajut kebersamaan pada MTQMN mendatang,” tulis Bambang dari Universitas Papu melalui pesan WA.

Ofisial Kafilah Universitas Musamus Merauke, Dirwan Muchlis SPt MP, juga menyampaikan terima kasih kepada Unsyiah yang sudah menyelenggarakan MTQMN dengan baik dari penjemputan sampai kepulangan kafilah.  

Pernyataan hampir sama juga disampaikan Ketua Kafilah Universitas Manado (Unima) Sulawesi Utara, Dr Mardian Umar Mpd. “Penyelenggaraan MTQMN Ke-16 kami rasa sangat baik mulai dari penjemputan. Kami merasa senang bisa bersilaturahmi dan saudara dari seluruh Indonesia. Apalagi, meski kami datang dengan ofisial dan pejabat yang nonmuslim, namun tetap mendapat sambutan yang cukup baik. Teurimong geunaseh (terima kasih-red) Aceh,” tulis Mardian melalui pesan WA.

Ofisial Kafilah Institut Teknologi Surabaya (ITS), Drs Wahyudin MSi, menilai, pelaksanaan MTQMN Ke-16 di Unsyiah sangat luar biasa. “Perhatian panitia dan LO kepada kafilah sangat bagus, khususnya kafilah ITS,” ujar Wahyudin.

Pemukulan gong

Penutupan MTQMN Ke-16 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, tadi malam, ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Kemahasiswaan dan Karier Kemenristekdikti, Dr Didin Wahidin Mpd. Pada acara itu, seluruh kafilah dari seluruh Indonesia dan tamu undangan lainnya juga disuguhkan kesenian Aceh yaitu tarian ratoh jaroe dan saman oleh mahasiswa.

Penutupan MTQMN itu dihadiri ribuan peserta yang duduk berdasarkan cabang yang diikuti. Sebelum dewan hakim membacakan keputusan, mahasiswa dengan dipimpin Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal dan istrinya Ny Farnida Samsul Rizal mendeklarasikan green campus.

MTQMN kali ini memang mengusung green campus. Hal itu dibuktikan dengan dibagikan tumbler (botol minuman) kepada peserta dan disediakan air isi ulang di setiap sudut kampus. Sehingga peserta tak perlu membeli air mineral yang bisa menyisakan sampah plastik.

Adapun kafilah yang masuk dalam 10 besar pada MTQMN kali ini adalah Universitas Negeri Malang dengan nilai 64 berhasil menjadi juara pertama (juara umum). Setelah itu disusul Universitas Brawijaya (Malang) dengan nilai 63 sebagai juara kedua, Universitas Gadjah Mada dengan nilai 41 berada di urutan ketuga, Universitas Indonesia Jakarta dengan nilai 38 di posisi keempat.

Seterusnya, duo perguruan tinggi dari Sumatera Barat yaitu Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang yang sama-sama mengumpulkan nilai 36 menduduki posisi kelima dan keenam. Seterusnya, posisi ketujuh ditempati tuan rumah Unsyiah dengan raihan nilai 31. Bagi Unsyiah, hasil ini lebih baik dari MTQMN sebelumnya di Malang, dimana saat itu mereka menduduki urutan kedelapan.

Kemudian, Universitas Negeri Medan dengan nilai 30 menempati rangking delapan, Universitas Negeri Yogyakarta dengan nilai 23 mendapat juara kesembilan dan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan nilai 22 berada di peringkat 10. Daftar juara MTQMN tersebut ditandatangani oleh Prof Dr H Said Agil Husin Al-Munawwar MA dan Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE, selaku Ketua dan Sekretaris Dewan Hakim.(jal/mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved