Harga Cabai Masih Tinggi Sepekan Jelang Iduladha

Sepekan menjelang Hari Raya Iduladha 1440 H, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar

Harga Cabai Masih Tinggi  Sepekan Jelang Iduladha
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Darwin, pedagang di Pasar Blangpidie, Kabupaten Abdya menjual cabai merah dengan kisaran harga Rp 30.000 sampai Rp 34.000 per kg pada 4 April 2019 lalu. Pada Minggu (2/6/2019), harga cabai merah melonjak sampai menembus Rp 70.000 per kg. 

BANDA ACEH - Sepekan menjelang Hari Raya Iduladha 1440 H, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar tergolong stabil, termasuk harga daging, bawang putih dan bawang merah.

Tapi tidak dengan harga cabai, baik merah maupun rawit yang masih tetap tinggi. Hal itu diakui Hasan, seorang pedagang bumbu-bumbuan di Pasar Aceh. Dia mengatakan, pada minggu pertama bulan Agustus 2019, harga bumbu-bumbuan relatif stabil.

Bawang putih hanya dijual dengan harga Rp 30.000/kilogram (kg), jauh lebih rendah dibandingkan saat menjelang Lebaran Idulfitri yang harganya mencapai Rp 60.000/kg. Begitu juga bawang merah lokal harganya cukup murah Rp 30.000/kg. "Kalau harga cabai merah masih tetap tinggi, berkisar antara Rp 55 ribu-Rp 60 ribu per kilonya. Begitu juga dengan cabai rawit dan cabai hijau harganya tergolong tinggi dijual Rp 40.000-Rp 50.000/kg di tingkat pengecer," tandas Hasan.

Masih tingginya harga cabai di tingkat pedagang karena suplai ke pasar setiap harinya sangat minim. Di Pasar Lambaro, katanya, paling banyak cabai merah masuk dari Sigli dan Pulo Aceh, sekitar 2-3 ton/hari. Hasan memperkirakan harga cabai merah akan bergerak naik, sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang Iduladha. Sedangkan pasokannya cenderung menurun. "Pada minggu ini, harganya bisa bertahan Rp 60.000/kg, karena permintaannya belum begitu naik. Tapi pada hari Jumat dan Sabtu nanti, harganya akan naik lagi, karena permintaan akan naik menjelang Hari Raya Iduladha," jelasnya.

Mahyuddin, pedagang kelontong di Pasar Lambaro menambahkan, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreg, tepung terigu, sepekan jelang Iduladha masih stabil. Beras lokal dijual dengan harga Rp 145.000-Rp 150.000/sak (15 Kg), gula pasir Rp 12.500-Rp 13.000/kg, minyak goreng Rp 9.000-Rp 10.000/kg, tepung terigu Rp 9.000/kg, dan telur ayam ras Rp 39.000/leping (30 butir).

Relatif stabilnya harga kebutuhan pokok, menurut Mahyuddin, karena daya beli masyarakat terhadap jelang Iduladha tak setinggi jelang Idulfitri lalu. "Saat jelang Idulfitri, banyak ibu-ibu membeli gula pasir, tepung terigu dan telur ayam untuk membuat kue. Permintaan bahan-bahan itu malah bisa meningkat tiga kali lipat," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Haji Ramli, pedagang grosir telur, minyak gorng, gula pasir di Pasar Peunayong, Banda Aceh. Ia mengatakan, daya beli masyarakat terhadap telur, tepung terigu dan gula pasir, jelang Iduladha relatif rendah.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved