Breaking News:

Lahan Kopi Tangse Diremajakan  

Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Pertanian dan Pangan Pidie melakukan peremajaan lahan kopi yang telah 'mati suri'

Editor: hasyim
Pelaksana Tugas Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn (tiga kanan) berkunjung ke Desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues, Selasa (8/5). Pemerintah AS melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) membantu 650 petani kopi di empat desa dekat Taman Nasional Gunung Leuser itu. Bantuan melalui program USAID LESTARI itu berupa peningkatan praktik penanaman dan pengolahan kopi, serta pendampingan terkait proses permohonan izin perhutanan sosial dan pengelolaan lahan. 

SIGLI ‑ Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Pertanian dan Pangan Pidie melakukan peremajaan lahan kopi yang telah 'mati suri'. Targetnya, kopi arabika yang pernah jaya itu akan dihidupkan lagi dengan anggaran peremajaan Rp 154 juta.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Syarkawi MSi mengaku ada beberapa titik di Tangse yang akan diremajakan, di antaranya Pulo Seunong dan beberapa desa. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang tim peneliti lahan kopi asal Jember, Jawa Timur. "Tim ini kami minta untuk meneliti kondisi lahan dan mana yang bisa kita perbaiki," ujarnya.

Untuk diketahui, dari 10.000 hektare lahan, sekitar 4.104 hektare kebun kopi jenis robusta milik petani dari 12 kecamatan mengalami kerusakan. Kerusakan terparah terdapat di Kecamatan Tangse seluas 2.166 hektare, akibat gangguan hewan liar terutama gajah.

Disebutkan, kerusakan tanaman kopi disebabkan oleh kurangnya perawatan dari petani, diserang hama, dan juga gangguan gajah liar. Dia mengatakan dampak kerusakan tersebut telah ikut mempengaruhi produksi kopi di setiap kecamatan.

Saat ini pihaknya terus melakukan peremajaan kopi robusta, meskipun karena terbatasnya anggaran, luas areal yang ditangani tidak sebanding dengan kerusakan tanaman komoditas tersebut. Peremajaan tanaman kopi di Tangse akan dimulai pada Oktober 2019 atau awal musim hujan.

28 Hektare Kopi Arabika

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Syarkawi MSi menambahkan, pihaknya juga akan membantu tanaman kopi arabika di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse untuk areal 28 hektare, dengan anggaran bersumber dari APBK 2019 sebesar Rp 171 juta. "Kami memilih Blang Pandak untuk tanaman kopi arabika, karena kawasan itu terletak di dataran tinggi, sehingga cocok untuk tanaman tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan, Tangse merupakan kawasan dataran tinggi, tapi tidak seluruhnya cocok untuk kopi arabika. Menurut Syarkawi, kopi arabika yang ditanam bukan di dataran tinggi akan mudah terserang hama penyakit karat.(aya)

kebun kopi yang rusak di pidie

* Tangse 2.166 hektare

* Geumpang 994 hektare

* Mila 80 hektare

* Tiro Truseb 27 hektare

* Padang Tiji 20 hektare

* Titeu 19 hektare

* Glumpang Tiga 13 hektare

* Keumala 11 hektare,

* Sakti 9 hektare

* Mutiara Timur 4 hektare

* Delima 2 hektare

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved