Sains

Untuk Mengetahui Akhir Kisah Matahari, Astronom Pelajari Bintang Langka

Matahari tak selamanya menyinari kita. Ada waktunya bintang raksasa di pusat tata surya kita itu akan mati.

Untuk Mengetahui Akhir Kisah Matahari, Astronom Pelajari Bintang Langka
NASA/SDO (AIA)
Ilustrasi matahari (NASA/SDO (AIA)) 

Selain planet-planet di Tata Surya, NASA juga memasukan Matahari sebagai studi utama mereka.

Sebelumnya misi Parker sudah diberangkatkan untuk menyelidiki bintang di pusat Tata Surya tersebut.

Namun baru-baru ini badan antariksa tersebut mengumumkan akan menambah 2 misi lagi untuk mempelajari Matahari.

Misi pertama disebut Polarimeter to Unify the Corono and Heliosphere (PUNCH) untuk mempelajari angin Matahari.

Angin ini merupakan aliran bermuatan partikel yang keluar dari Matahari dan memiliki dampak dramatis pada pesawat ruang angkasa dan satelit.

 "Ruang hampa di antara planet-planet tidak sepenuhnya kosong".

"Sebenarnya ada angin Matahri yang mempengaruhi wahana antariksa serta planet-planet lain," kata Dr. Craig DeForest dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari BGR, Kamis (27/6/2019).

Sementara misi kedua disebut Tandom Reconnection and Cusp Electrodynamics Reconnaissance Satellites (TRACERS).

Misi ini akan mencoba memahami bagaimana medan magnet Bumi berinteraksi dengan Matahari.

Kedua misi akan diluncurkan dari roket yang sama. Peluncuruan direncanakan paling lambat Agustus 2022.

Baca: Demi Sang Pacar, Pria Penuh Tindik Ini Ubah Penampilan, Begini Wajahnya Sekarang

Baca: VIDEO - Satlantas Polres Bireuen Gelar Razia, Ramai yang Kena Tilang Gara-gara tak Punya SIM

Baca: Desainer Muda Tampilkan Rancangan Beretnik Aceh, Model Kupiah Meukutop hingga Kerajaan Lamuri

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Astronom Pelajari Bintang Langka untuk Ketahui Akhir Kisah Matahari"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved