Seuramoe UMKM

Menjaga Warisan Melalui Kerajinan Rotan

Kami jadi yang pertama menjajakan kerajinan rotan di Keude Bieng. Sejak 6 tahun lalu Saya mulai melanjutkan pengelolaannya

Menjaga Warisan Melalui Kerajinan Rotan
IST

SERAMBINEWS.COM,- Selain menyediakan lapangan pekerjaan, keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga telah berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Dalam rangka optimalisasi peran sebagai roda penggerak perekonomian Aceh, Bank Aceh terus berko¬mit¬men mendukung kegiatan usaha bagi pelaku UMKM. Sejalan dengan agenda transformasi bisnis, fasilitas pembiayaan UMKM telah ditetapkan menjadi prioritas Bank Aceh dalam hal penyaluran pembiayaan. Sejumlah masyarakat pun telah merasakan manfaat pembiayaan UMKM.

Salah satunya adalah Aminah (42), perajin industri rotan di Keude Bieng, Kecamatan Lhok Nga, Aceh Besar. Pemilik usaha bernama Dua Saudara ini telah menjadi nasabah Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional sejak 2017 lalu. Fasilitas pembiayaan yang sedang dinikmatinya adalah Pembiayaan Mikro Bank Aceh (PMBA). ”Prosesnya mudah dan cepat. Dengan adanya dukungan modal dari Bank Aceh, usaha yang Saya jalani terus berkembang, omzet pun bisa tumbuh hingga 25-30 persen,” ujar Aminah.

Menurutnya, manfaaat pembiayan Bank Aceh tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga masyarakat sekitar dan pengumpul bahan baku rotan. “Dengan adanya modal yang lebih besar, Saya dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja dan produksi. Para pengumpulpun dapat meningkatkan omzet penjualan bahan baku,” ujarnya. Saat ini, lanjut Aminah, produk kerajinan rotan khas Aceh miliknya tidak hanya diminati wisatawan lokal, namun juga manca negara. Bahkan, lanjutnya, sejumlah turis pun meminta kepada dirinya untuk diajarkan cara me¬ngo¬lah rotan menjadi produk kerajinan.

Kini, setidaknya Aminah mampu menghasilkan 50 jenis kerajinan rotan seperti tudung saji, tempat bola lampu, tempat kue, tempat ikan, keranjang parsel, keranjang buah, tas, koper, dan berbagai produk rumah tangga lainnya. Total ada 15 tenaga kerja tetap yang mendukung produksi kera¬jinan. Saat terjadi lonjakan permintaan, Ia memberdayakan warga di sekitar usahanya untuk ikut membantu proses produksi. Jumlahnya bisa mencapai 10 orang.

Aminah menuturkan, usaha yang dijalaninya merupakan warisan dari almarhum ibunya yang telah dirintis sejak tahun 1990 lalu. “Kami jadi yang pertama menjajakan kerajinan rotan di Keude Bieng. Sejak 6 tahun lalu Saya mulai melanjutkan pengelolaannya,” jelasnya.

Dukungan Bank Aceh Syariah dirasakan Aminah sangat berdampak positif bagi kegiatan usahanya. “Bukan hanya meningkatkan nilai tambah bagi komoditas rotan, tetapi juga menjaga warisan budaya,” ujar Aminah. (*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved