Jurnalisme Warga

Nyantri Semalam di Dayah Perbatasan

SETIAP kali saya menginjakkan kaki di dataran tinggi Aceh, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, selalu saja ada cerita tersendiri

Nyantri Semalam di Dayah Perbatasan
IST
HAYATULLAH PASEE, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh, aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe), dan penulis buku “Ramadan Orang Awam”, melaporkan dari Kutacane, Aceh Tenggara

OLEH HAYATULLAH PASEE,  Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh, aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe), dan penulis buku “Ramadan Orang Awam”, melaporkan dari Kutacane, Aceh Tenggara

 SETIAP kali saya menginjakkan kaki di dataran tinggi Aceh, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, selalu saja ada cerita tersendiri. Setelah pada Ramadhan 1440 Hijriah kemarin melakukan safari ke sana, saya kembali mendapatkan kesempatan bertandang ke kabupaten yang kaya dengan flora dan fauna tersebut. Tujuan kali ini menghadiri apel tahunan Dayah Perbatasan Darul Amin, Aceh Tenggara bersama Dinas Pendidikan Dayah Aceh (PDDA). 

Dari dinas, ikut serta Kepala UPTD Dayah Perbatasan, Drs Sahlan M Dian mewakili kepala dinas dan dua orang stafnya, Makmur dan Buana. Kami berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan kendaraan dinas jenis Innova. Kami menargetkan bisa menginap di Takengon dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya langsung ke Kutacane, Aceh Tenggara. Seusai sarapan di Bayu Hill Hotel, kami langsung bergerak bertolak melewati Gayo Lues.

Walaupun cuaca agak cerah, hawa dingin tetap menusuk hingga ke tulang. Jalanan penuh liku dan tanjakan tajam. Sesekali mobil sempat terhenti ketika sopir mengoper persneling ke level paling rendah. Terseok-seok menapaki jalan yang diapit jurang terjal.

Saya merasa begitu beruntung bisa ikut bersama mereka ke wilayah perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara tersebut. Sahlan merupakan senior saya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry. Ia pribadi yang positif dan bersahaja. Walaupun usianya sudah di atas 50 tahun, ia masih begitu bersemangat dalam menyampaikan dakwah. Saking semangatnya, sesekali tampak memukul-mukul tempat duduk ketika bercerita tentang perjuangan para sahabat rasul. 

Hal menarik yang masih saya ingat, katanya orang cerdas itu yaitu orang yang mampu memanfaatkan peluang yang sedikit. “Di saat orang lain tidak mampu melakukannya, tetapi kita bisa memanfaatkan peluang itu,” katanya memotivasi.

Yang tak kalah menarik lagi, kata Sahlan, sebenarnya tidak ada yang membenci kita di alam ini. Semua yang kita terima sesuai dengan yang kita berikan untuk lingkungan kita. Apa yang kita alami semua dari diri kita, jika kita berbuat baik, maka kebaikan itu yang akan kembali ke kita. Begitu juga prasangka kita. Semua sesuai apa yang kita pikirkan. Jika dalam pikiran kita bisa melakukannya, maka akan tersugesti dan alam akan mendukung kita. Sepanjang perjalanan kami terus bercerita, berdiskusi, bahkan juga bersenda gurau.                                                                                                                          Merasa jadi santri

Sekitar pukul 18.00 WIB, kami tiba di Dayah Darul Amin, Aceh Tenggara. Letaknya hanya 50 meter dari gapura perbatasan Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara. Kijang Innova yang kami tumpangi memasuki kompleks dayah melewati pos sekuriti.

Saya takjub bukan main. Dayah ini begitu bersih dan asri, baik dari suasana maupun tata ruangnya. Para santri tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing, ada yang duduk di teras, di bawah pohon, dan di mushala dengan bahan bacaan di tangan. Ada pula yang sedang baris-berbaris untuk persiapan acara apel tahunan dayah tersebut esok hari.

Sungguh saya tak sangka sebelumnya, jika dayah yang akan kami kunjungi adalah dayah terpadu modern. Begitu kami tiba, Pimpinan Dayah, Abuya Muchlisin Desky sedang memantau persiapan untuk event erbesar tahunan di dayah tersebut.  Karena baru tiba, dengan sangat ramah kami langsung dipersilakan ke guest house dayah yang khusus disediakan bagi tamu dayah untuk rehat.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved