Buku Gayo dan Kerajaan Linge

Bantah Isi Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia, Yusra Habib Tulis Buku "Gayo dan Kerajaan Linge"

Kerajaan Linge berdiri pada 1025 Masehi dan kemudian menyusun konstitusinya sendiri yang dikenal dengan "45 Edet Negeri Linge" pada 1115 Masehi.

Bantah Isi Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia, Yusra Habib Tulis Buku
For Serambinews.com
Buku "Gayo dan Kerajaan Linge" karya DR. Yusra Habib Abdul Gani.

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Penulis produktif asal Gayo, DR. Yusra Habib Abdul Gani secara khusus menulis buku "Gayo dan Kerajaan Linge" untuk membantah isi buku "Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia" yang ditulis Dr. Zulyani Hidayah.

"Gayo dan Kerajaan Linge" diterbitkan oleh Mahara Publishing 2019, berisi kajian sejarah asal usul Gayo sekaligus sebagai apologia terhadap teori yang mengatakan Gayo berasal dari kata "kayo" yang berarti takut dalam bahasa Aceh.

Teori inilah yang kemudian dikutip oleh Dr. Zulyani Hidayah saat menulis tentang Gayo dalam 'Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia," terbitan Yayasan Obor 2015.

Berita terkait

Baca: Gajah Putih dari Kerajaan Linge Melintasi Masjid Raya Baiturrahman

Baca: Pedang Reje Linge Berusia 1000 Tahun Ini Dipamerkan di HUT Kota Takengon

Baca: Alquran dari Kerajaan Linge Dipamerkan di Anjungan Gayo Lues

Selain itu buku "Gayo dan Kerajaan Linge" juga mengulas tentang sejarah Kerajaan Linge dengan menyodorkan berbagai fakta.

Salah satunya tentang wujud Kerajaan Linge yang berpusat di Buntul Linge, sekarang kawasan ini berada dalam Kabupaten Aceh Tengah.

"Di sini juga dibuktikan tentang adanya pertalian dan ikatan emosional, kultural, falsafah dan sistem kepercayaan dalam tamaddun Gayo, antara nenek moyang orang Gayo yang sudah mendiami daerah Loyang Mendale dan Ujung Karang sejak 8400 tahun lampau dengan nenek moyang Gayo yang berasal dari Konstantinople -Bizantine," ujar Yusra Habib, yang juga dikenal sebagai salah seorang intelektual Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Berita lainnya

Baca: Peneliti Malaysia Kembali Teliti Kerajaan Lamuri

Baca: Jejak Kerajaan Lamuri di Lamreh Aceh Besar, Lintas Peradaban dari Prasejarah, Hindu, Hingga Islam

Baca: Istana Karang, Warisan Kerajaan Tamiang

Diuraikan, bahwa, Kerajaan Linge berdiri pada 1025 Masehi dan kemudian menyusun konstitusinya sendiri yang dikenal dengan "45 Edet Negeri Linge" pada 1115 Masehi.

Buku "Gayo dan Kerajaan Linge" setebal 166 halaman, terbagi kepada IV BAB.

Pertama mengulas asal usul perkataan Gayo, dilanjutkan BAB berikutnya memuat histori Kerajaan Linge dalam lintasan sejarah.

BAB III memuat institusi, sistem dan struktur pemerintahan Kerajaan Linge, dan terakhir BAB IV berisi kesimpulan dan dilengkapi beberapa lampiran. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved