Breaking News:

Anjungan Aceh Diminta Fasilitas Kegiatan Seni Budaya Masyarakat tanpa Pungutan Biaya

Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah diminta memfasilitasi kreativitas masyarakat Aceh dalam bidang seni budaya, dan tidak membebani lagi dengan..

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Para pemenang Festival Lagu Alas di Anjungan Aceh TMII, Sabtu (6/10/2018) 

Anjungan Aceh Diminta Fasilitas Kegiatan Seni Budaya Masyarakat tanpa Pungutan Biaya Apapun

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah diminta memfasilitasi kreativitas masyarakat Aceh dalam bidang seni budaya, dan tidak membebani lagi dengan biaya apapun, termasuk untuk kebersihan, keamanan, listrik dan lain-lain.

Harapan itu disampaikan tokoh Aceh dari Nagan Raya, Banta Umar B Alwy dan anggota DPR RI T. Taufiqulhadi di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Komunitas masyarakat pada prinsipnya tidak keberatan menyelenggarakan kegiatan seni budaya di Anjungan Aceh Taman Mini, asalkan tidak lagi dibebani berbagai biaya," kata Banta Umar.

Masyarakat Nagan Jakarta tiap tahun menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW lengkap dengan "idang meulapeh". Tapi lanjut Banta Umar, penyelenggara, lalu diminta lagi uang kebersihan, uang listrik, uang tenda dan lain-lain.

"Kalau dihitung-hitung nilainya besar juga," kata Banta Umar.

Keluhan serupa pernah diutarakan pengurus komunitas masyarakat Gayo Jakarta yang menggelar pertunjukan "didong jalu" semalam suntuk.

Panitia penyelenggara selalu dibebani beramacam-macam biaya tambahan. Belakangan pertunjukan didong lebih sering dilakukan di Museum Prajurit Taman Mini, biayanya jauh lebih murah dibanding diselenggarakan di Anjungan Aceh.

Wakil rakyat T Taufiqulhadi juga mengaku bersedia menseponsori kegiatan-kegiatan budaya, tapi tidak bersedia kalau harus mengeluarkan biaya-biaya lain di luar kegiatan.

"Kita akan bikin acara Festival Kuah Beulangong, sapi, bumbu, dan seluruh kebutuhan festival kita siapkan. Tapi Anjungan Aceh bantulah untuk tenda, sound sistem, listrik, kebersihan, keamanan, dan sebagainya. Sehingga panitia penyelenggara tidak lagi menanggung biaya-biaya semacam itu," katanya.

Ia mencontohkan kegiatan Festival Ratoh Jaroe yang diselenggarakan Anjungan Aceh tiap tahun sejak 15 tahun silam. "Pelaksanaan Ratoh Jaroe kan tidak dipungut biaya apapun lagi, sebab semua sudah dianggarkan oleh Pemerintah Aceh. Nah, kita juga mau seperti itu," ujar Taufiqulhadi, politisi NasDem.

Menjawab harapan tersebut ,Cut Putri Aliyanur dari Anjungan Aceh mengatakan akan menyampaikannya kepada pengambil kebijakan di Kantor Penghubung Pemerintah Aceh. Sebab Anjungan Aceh berada di bawah Kantor Badan Penghubung.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved