Aceh Bisnis Club

Setelah Lama Vakum, Kini Organisasi Aceh Bisnis Club Ditangani Generasi Muda Aceh

ABC didirikan 23 Mei 1990. ABC adalah organisasi bisnis yang bersifat non profit, terbuka, demokratis, dan mandiri.

Setelah Lama Vakum, Kini Organisasi Aceh Bisnis Club Ditangani Generasi Muda Aceh
For Serambinews.com
Para pimpinan Aceh Business Club yang baru dari kiri Samsul B Ibrahim, Sabri Aly, J Kamal Farza dan tokoh Aceh M. Soekarni. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Aceh Bisnis Club (ABC) kini punya darah segar.

Pendiri dan Ketua Umum Aceh Business Club (ABC) , Drs. HM. Asyik Ali, memberikan mandat kepada 3 (tiga) pengusaha generasi muda Aceh Sabri Aly, SE., Samsul B Ibrahim dan J Kamal Farza, SH., MH, untuk meneruskan dan mengembangkan organisasi ABC setelah vakum beberapa lama.

“Para pendiri dan pengurus lama sudah tua-tua, untuk alasan efektifitas dan reorganisasi, biarlah diurus yang muda-muda,” kata HM. Asyik Ali di Jakarta, Selasa (6/8/2019) petang.

ABC didirikan 23 Mei 1990. ABC adalah organisasi bisnis yang bersifat non profit, terbuka, demokratis, dan mandiri.

Berita lainnya

Baca: Yuliana Rusli, Single Parent Pemilik Kerajaan Bisnis

Baca: Bisnis Sabang-Andaman, Logis dan Layak Didukung

Baca: Oligarki Bisnis Penerbangan

ABC merupakan sebuah perkumpulan bisnis yang memfokuskan diri pada upaya meningkatkan kapasitas, jaringan dan produktivitas bisnis Aceh, dengan cara membantu memberikan akses yang luas kepada pengusaha dan masyarakat, dan melakukan promosi, pengembangan jaringan dan pengelolaan informasi bisnis.

Pimpinan ABC periode 2019-2024 disepakati masing-masing Sabri Aly, SE., sebagai Ketua Umum, Samsul B Ibrahim sebagai Sekretaris Jenderal dan J Kamal Farza, SH., MH, sebagai Bendahara Umum.

Mandataris ABC yang baru, diberi tugas dan wewenang melakukan reorganisasi Aceh Business Club, dengan cara membentuk kepengurusan baru di semua tingkatan, dan melakukan penyesuaian-penyesuaian Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi dengan mempedomani dokumen-dokumen yang ada.

Berita lainnya

Baca: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah Bahas Keutamaan Wakaf

Baca: VIDEO - Menteri Pertanian Malaysia Resmikan Kerja Sama Bisnis dengan Pedagang Aceh

Baca: Aceh Bisa Tingkatkan Ekspor dan Konektivitas Bisnis

Kedua, melakukan pendataan dan konsolidasi dengan memverifikasi aset-aset organisasi yang ada.

Ketiga, membangun komunikasi dengan para stake-holder Aceh Business Club yang ada, dan keempat, melaporkan hasilnya dan membuat Berita Acara Serah Terima organisasi dan aset dari Pengurus lama kepada pengurus baru.

"Tugas pertama kami adalah, melakukan konsolidasi organisasi untuk membentuk kepengurusan lengkap.” kata Sabri Aly.

Menurut Sabri Aly, CEO Banda Group, Aceh memiliki potensi sangat besar secara bisnis, tetapi selama ini potensi tersebut tidak bisa dimanfaatkan maksimal menggerakkan roda perekomian masyarakat.

“Ke depan, kita ingin ikut membantu menggerakan bisnis di Aceh dengan cara membantu promosi, dan ABC bisa menjadi katalisator yang menghubungkan antara potensi, bisnis dan stake holder lain, baik di Aceh, nasional dan internasional,” kata Sabri Aly, pengusaha asal Aceh yang sukses di Jakarta, didampingi Samsul B Ibrahim, J Kamal Farza dan Saiful Azhari. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved