Breaking News:

Sengketa Pemilu

Sidang Putusan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu dari Aceh Ditunda Tiga Jam oleh MK

Pembacaan putusan terhadap perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dari Provinsi Aceh oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ditunda.

kompas.com
Gedung MK 

Sidang Putusan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu dari Aceh Ditunda Tiga Jam oleh MK

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.CIM, JAKARTA - Pembacaan putusan terhadap perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dari Provinsi Aceh oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ditunda sampai tiga jam.

Semula dijadwalkan pembacaan putusan pada pukul 13.00 WIB tapi diperkirakan ditunda sampai pukul 15:00 WIB.

Sejumlah kuasa hukum pemohon dan pihak terkait dari PHPU Provinsi Aceh tamoaknsudah hadir di Gedung MK dan tampak bertanya-tanya tentang kemungkinan penundaan pembacaan putusan tersebut.

"Saya sudah hadir sejak tadi, sesuai jadwal yang tertera dalam surat pemberitahuan. Tapi sampai pukul 13.30 WIB sidang belumjuga dimulai. Kita belum tahu apa alasan penundaan," kata Imran Mahfudi SH, kuasa hukum dari PDI Perjuangan. 

Kuasa hukum dari pihak terkait, Kamaruddin SH juga sudah hadir di Gedung MK. Ia belum mendapat konfirmasi mengenai  kemungkinan penundaan sidang.

Tabrakan Burung Penyebab Citilink Putar Balik ke Kualanamu

Muhsin Ditetapkan Sebagai Ketua Pengcab Wushu Aceh Besar

‘Doani Kupi’ atau ‘Mantra Kopi’ Siap Getarkan Gedung Sarinah Jakarta

"Kemungkinan ditunda beberapa jam, sebab sampai sekarang kita belum.mendapat panggilan masuk keruang sidang," kata Kamaruddin.

Mahkamah Konstitusi  menerima13 laporan sengketa PHPU pada Pemilu 2019 dari Aceh, meliputi  PHPU pemilihan calon anggota DPRA di dapil 4 yang diajukan Partai Aceh, PHPU DPRK Nagan Raya dapil 1oleh caleg Partai SIRA, PHPU DPRK Bireuen dapil 2 dan DPRK Pidie Jaya dapil 3 yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB).

Selanjutnya, PHPU DPRA dapil 2 dan DPRK Pidie dapil 3 yang dimohon oleh Partai Aceh, dan PHPU DPRK Aceh Singkil dapil 1 yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian, PHPU DPRA dapil 6 yang diajukan Partai Nanggroe Aceh (PNA), PHPU DPR RI dapil 1 dan 2, serta DPRA dapil 3, 4, dan DPRK Bireuen dapil 2 yang diajukan Partai NasDem.

Sampah Menumpuk di Belakang Pasar Ikan Beureunuen Pidie

Hari Raya Idul Adha 1440 H, Bank Tidak Libur

Dilapor Masyarakat, Inspektorat Pidie Audit Lima Gampong, 3 Sudah Ada Hasilnya

Setelah itu, PHPU di DPRK Aceh Besar dapil 5 dan DPRK Sabang dapil 1 yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PHPU DPRK Banda Aceh dapil 3 dari Partai Golkar, PHPU DPRA yang diajukan Partai Berkarya (menunggu konfirmasi), serta PHPU DPRA dapil 6, 4, 10, DPRK Singkil dapil 3, dan DPRK Aceh Timur dapil 3, 4 yang diajukan Partai Demokrat.

Lalu, PHPU DPRA dapil 6, DPRK Aceh Timur dapil 2 yang diajukan Partai Daerah Aceh (PDA), dan terakhir PHPU DPR RI dapil 1 dan 2 yang diajukan Partai Berkarya.

Tapi dalam putusan sela, MK menyatakan dismissal terhadap PHPU yang diajukan Partai Aceh untuk DPRA dapil 4. Dengan demikian maka MK akan membacakan putusan untuk 12 PHPU lainnya.(*)
 
BACA JUGA BERITA POPULER

Baca: Anak Ini Nekat Jadi Supir Truk Gadis Pulsa, Hidup Sebatang Kara, Kaget Saat Dihentikan Polisi

Baca: Istri Pedagang Es Campur Menangis, Divonis 20 Tahun Penjara dan Selingkuhannya Seumur Hidup

Baca: Cerita Penyesalan Besar Hotman Paris, Nangis Ungkap Sering Bayar Orang untuk Temani Ibu

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved