375 Personel Padamkan Kebakaran Lahan, Helikopter Water Bomber Baru Tiba di Bandara SIM

Sebanyak 375 personel gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya

375 Personel Padamkan Kebakaran Lahan,  Helikopter Water Bomber Baru Tiba di Bandara SIM
DOK/BPBD ACEH BARAT
Petugas BPBD, TNI, Polri di Aceh Barat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo, kabupaten setempat, Rabu (7/8). 

MEULABOH - Sebanyak 375 personel gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya, disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kabupaten setempat. Personel tersebut dikerahkan setelah Aceh Barat ditetapkan status siaga darurat asap karena karhutla.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Barat, Mukharuddin kepada Serambi, Kamis (8/8), mengatakan, bila tim gabungan yang hampir mencapai empat kompi itu tidak mencukupi, maka akan ditambah dengan petugas dari kecamatan di lokasi kebakaran. “Tentu bila tidak cukup akan ditambah tenaga dari kecamatan,” katanya.

Mukharuddin menjelaskan,, pengerahan personel besar-besaran itu lantara dampak dari kebakaran tersebut sudah sangat serius terhadap masyarakat. “Mulai hari ini (kemarin-red), kami mendirikan pos komando di BPBD. Nanti semua kegiatan akan dilakukan melalui komando. Saat ini, tim gabungan juga sudah dikerahkan ke lokasi karhutla,” ujarnya.

Terkait durasi waktu operasi pemadaman, menurut Kalak BPBD, akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Artinya, jika api sudah berhasil dipadamkan, maka secara otomatis operasi pemadaman pun berakhir. Sedangkan waktu siaga darurat asap, sebutnya, akan berlangsung hingga 31 Oktober 2019 sebagaimana Surat Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 550/2019 tertanggal 5 Agustus 2019. “Karhutla yang terjadi di Aceh Barat terbagi dua termin. Pertama kejadian bulan lalu seluas 70 hektare. Dan kedua peristiwa baru melebihi 50 hektare,” sebutnya.

Heli water bomber

Di sisi lain, helikopter bom air atau heli water bomber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Kamis (8/8) pukul 16.00 WIB, belum tiba di Aceh Barat. Informasi yang diperoleh Serambi menyebutkan, heli yang terbang dari Palembang itu dilaporkan baru tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Kamis petang. Dijadwalkan, Jumat (9/8) pagi, heli tersebut akan terbang ke Aceh Barat dan langsung melakukan pengeboman ait ke titik kebakaran yang sulit dijangkau personel di darat.

Untuk mempersiapkan pendaratan heli water bomber, Danrem 012/TU, Kolonel Inf Aswardi didampingi Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, Kamis siang, meninjau Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya. Pada kesempatan itu, turut dibahas terkait kesiapan bahan bakar minyak (BBM) helikopter serta sumber air yang akan diambil untuk menyiram kebakaran dari udara.

Rakor karhutla

Pada bagian lain, terkait penetapan status siaga darurat asap, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS melakukan rapat koordinasi (rakor) di ruang kerja bupati, Kamis (8/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Rakor itu dihadiri Danrem 012/TU, Kol Inf Aswardi, Dandim Letkol Nurul Diyanto, Kabag Ops Polres, Kompol Masril, Kalak BPBD, Mukharuddin, serta lembaga terkait di Aceh Barat meliputi Dinkes, Basarnas, Dishub, Tagana Dinsos, BMKG.

Bupati Ramli MS dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat yang telah membantu pemadaman kebakaran lahan di Aceh Barat. “Ke depan, pemerintah daerah akan membentuk pos penanggulangan bencana yang ditempatkan pada lokasi rawan kebakaran lahan,” ucap Ramli MS.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved