Tafakur

Berat Beramal

Dibukakan untuknya amalan saleh sebelum meninggal sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya rida kepadanya

Berat Beramal
IST
Jarjani Usman

Oleh Jarjani Usman

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikannya beramal?” Maka Rasulullah saw bersabda, “Dibukakan untuknya amalan saleh sebelum meninggal sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya rida kepadanya.” (HR. Imam Ahmad).

Jika hati sudah benar-benar mencintai Allah, seseorang hamba berkeinginan kuat dan berkemudahan untuk melakukan kebaikan.  Kalau sudah benar-benar  mencintai Allah, semua akan rela dikorbankan, apalagi hanya seekor kambing atau lembu untuk kurban.  Jika masih merasa berat hati, bisa jadi ada persoalan dengan hati dan atau harta.

Bisa jadi hati masih murni dan teguh mencintai Allah, sebagaimana kata Rasulullah saw bahwa faktor hati sangat  berpengaruh. Kalau hati baik, baiklah seluruh tubuh. Kalau hati buruk, buruklah seluruh tubuh, termasuk keburukan dalam kehidupan sehari-hari. Shalat jamaah hanya untuk menampak-nampakkan yang tidak memberi dampak positif terhadap perbaikan perilaku.

Juga bisa jadi karena harta yang diraih belum sepenuhnya halal.  Apalagi tidak jarang, saat bekerja, banyak waktu diselewengkan bukan untuk bekerja sebagaimana layaknya. Kalau bukan kurang waktu, bisa jadi kurang bersungguh-sungguh menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sehingga menyulitkan urusan orang yang dilayani. Namun sering juga, baik atau tidak baik dalam bekerja, akan memperoleh pendapatan yang sama.  Pendapatan yang mengandung unsur yang haram seperti itu akan menjauhkan kita dari kebaikan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved