BERITA ACEH SELATAN

Ratusan Perawat se-Aceh Barat dan Subulussalam Disumpah

"Perlu kita ingatkan lagi kepada kawan -kawan sejawat, janganlah memegang pasien yang belum mempunyai legalitas STR agar...

Ratusan Perawat  se-Aceh Barat dan Subulussalam Disumpah
For Serambinews.com
Ratusan perawat yang terdiri atas Diploma III dan Ners mengikuti angkat sumpah advokasi perawat di Aula Gedung Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Kamis (8/8/2019). 

"Perlu kita ingatkan lagi kepada kawan -kawan sejawat, janganlah memegang pasien yang belum mempunyai legalitas STR agar tidak ada kawan-kawan perawat terjerat hukum kedepannya," ungkapnya.

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ratusan Perawat yang terdiri atas Diploma III dan Ners mengikuti angkat sumpah advokasi Perawat di Aula Gedung Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Kamis (8/8/2019).

Adapun kegiatan tersebut diselengarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Aceh Selatan, yang dikuti oleh seluruh Perawat dari Kabupaten Aceh Barat sampai Subulussalam.

Pengambilan sumpah advokasi perawat itu langsung dipimpin oleh Ketum DPW PPNI Aceh, Abdurrahman SKp MPd dan turut hadir Ketum DPD PPNI Aceh Selatan, Fakhrijal Skep MKes, dan Ketua Prodi Poltekes Aceh Selatan,T Cut Lizam, serta ratusan Perawat Diploma III dan Ners.

Baca: VIDEO - Titik Api Kebakaran Lahan di Aceh Barat Dekati Perumahan, Statusnya Siaga Darurat Asap

Ketua DPD PPNI Aceh Selatan, Fakhrijal S Kep MKes dalam pidatonya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Ketua PPNI Aceh yang telah bersedia hadir pada acara sumpah perawat yang diselenggarakan oleh PPNI Aceh Selatan.

"Kegiatan pengangkatan sumpah perawat kali ini perdana di lakukan oleh PPNI Aceh Selatan dan kedepan kegiatan seperti ini terus kita selenggarakan, demi terwujudnya perawat-perawat yang profesional dan amanah di dalam melaksanakan tungasnya masing-masing," katanya.

Lebih lanjut Fakhrijal mengharapkan, usai acara angkat sumpah Diploma III dan Ners
Ini kepada perawat yang sudah bekerja baik di Rumah Sakit Umum maupun Puskesmas dapat mengaplikasikan ilmunya untuk Masyarakat.

Pihaknya, selaku ketua PPNI Aceh Selatan terus berupaya untuk kesejahteraan perawat yang ada di Aceh Selatan dan Perlu diketahui untuk DPK PPNI Aceh Selatan yang tidak mencukupi kuota sesuai aturan kedepan akan kita revisi kembali.

"Kami berharap kepada kawan-kawan sejawat yang belum mempunyai legalitas dan juga Surat Tanda Registrasi (STR) harap segera dibuat, sebab jangan ada perawat yang bermasalah nantinya sampai berurusan dengan hukum," ujarnya.

Dijelaskan Fakhrijal, acara angkat sumpah perawat dari Pantai Barat Selatan cuma DPD PPNI Aceh Selatan yang menyelengarakan dan kedepan pihaknya terus berupaya membuat kegiatan-kegiatan palatiha-pelatihan lainnya sesuai program yang pernah disampaikan.

Baca: Ini yang Dilakukan Ny Nadia Anwar Jika Ada Warga Langsa yang Terkena Musibah

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPNI Aceh, Abdurrahman SKp MPd menyampaikan, organisasi PPNI ini adalah organisasi yang terbesar dengan jumlah anggotanya yang mencapai ratusan ribu.

Perlu diketahui PPNI adalah organisasi tempat perlindungan hukum bagi perawat terkena kasus-kasus malpratek.

"Untuk perawat yang belum ada legalitas harap jangan bersentuhan dengan pasien dan juga bagi perawat yang belum mengikuti sumpah perawat harap kedepan mengikutinya. Karena sumpah ini penting menyangkut dangan nilai-nilai moral perawat dan janji perawat supaya pasien tidak ada yang terabaikan," ucapnya.

Lanjutnya, perawat yang berijazah SPK tidak diperbolehkan lagi memegang pasien karena sesuai aturan yang bersentuhan dengan pasien minimal Pendidikan perawat yang terendah Diploma III untuk itu bagi yang tamatan SPK harap melanjutkan ke pendidikan Diploma III.

"Perlu kita ingatkan lagi kepada kawan -kawan sejawat, janganlah memegang pasien yang belum mempunyai legalitas STR agar tidak ada kawan-kawan perawat terjerat hukum kedepannya," ungkapnya. (*)

Baca: VIDEO - Pembunuh Pedagang Es Campur Divonis Seumur Hidup, Istri Korban Dapat 20 Tahun Penjara

Penulis: Taufik Zass
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved