Info Haji 2019

Empat Juta Manusia Berkumpul di Arafah

Hari ini, Sabtu 9 Zulhijah 1440 H atau 10 Agustus 2019, sebanyak 4 juta jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Arafah

Editor: bakri
SERAMBI/MOHD DIN
Suasana sebagian JCH Aceh menunggu bus menuju Padang Arafah, Jumat (9/8). 

Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia

Hari ini, Sabtu 9 Zulhijah 1440 H atau 10 Agustus 2019, sebanyak 4 juta jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Arafah. Para jamaah melaksanakan wukuf, puncak haji dan serangkaian ibadah lainnya.

Bagi Jamaah yang mengambil Nafar Sani akan berada di Arafah, lalu ke Muzdalifah dan terakhir ke Mina, sebelum kembali ke Mekkah selama kurang lebih empat malam.

Tempat wukuf para jamaah, yaitu Padang Arafah, memiliki sejarah panjang, sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga sekarang. Tampilan dan suasananya sudah berubah total. Fasilitas yang tersedia untuk kenyamanan jamaah haji melaksanakan wukuf sudah lengkap.

Sesuai dengan kebutuhan jamaah, lahan di Padang Arafah yang dapat digunakan mempunyai luas 3,5 km x 3,5 km. Jadi luas Arafah itu adalah 12.250.000 meter persegi.

Andai orang disuruh duduk di shaf berdesakan, 1 meter persegi cukup untuk maksimum 3 orang, maka kapasitas maksimum Arafah 36.750.000 orang.

Awalnya, Arafah merupakan tanah datar dikelilingi bukit berbatu. Bentuk lokasi Arafah bagaikan busur yang sangat besar. Tali busurnya adalah di Wadi Uranah.

Zaman dahulu, setiap jamaah wukuf di Arafah membuat kemah atau tenda tersendiri. Tentu saja sangat tradisional. Bila musim haji jatuh pada musim panas, maka jamaah mengalami sengatan matahari yang panas. Dan bila musim haji jatuh musim dingin maka jamaah kedinginan.

Di zaman intelegensia buatan, seperti sekarang ini, Padang Arafah yang gersang menjadi lebih nyaman. Kemah-kemahnya terbuat dari terpal bagus yang mampu mengurangi efek panas matahari di musim panas.

Lalu, di sekitar kemah dipancarkan semprotan air yang menyebabkan udara di sekitar kemah berkurang panas. Di dalam tenda, dipasang pendingin udara dengan tekanan yang tinggi.

Satu hal lagi yang mengagumkan, air minum dan kebutuhan sanitasi dialirkan dengan volume yang besar. Tidak kurang selama lima hari jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tetap mendapat suplai air yang memadai.

Dalam sejarah perkembangannya, Padang Arafah disebut-sebut sebagai tempat pertemuan manusia terluas dan akbar di muka bumi. Dimulai dari pertemuan Adam dan Hawa.

Melihat tofografinya, Arafah adalah daerah terbuka dan luas di sebelah timur luar kota suci umat Islam, 21 km dari Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi. Di padang yang luas ini, pada hari (siang hari) Zulhijah pada penanggalan Hijriyah, seperti hari ini, berkumpullah jutaan umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan inti ibadah haji yakni wukuf.

Wukuf, adalah sebuah sikap diam atau tidak bergerak yang bermakna bahwa semua makhluk Allah memiliki akhir atau berkesudahan. Misalnya, saat ini, manusia masih bisa berjalan, suatu saat akan berhenti. Begitu juga jantung yang berdenyut tiada henti, suatu saat akan berhenti.

Pada waktu wukuf itu, jamaah menyiapkan diri untuk beribadah, shalat, zikir, berdoa. Jamaah perlu melakukan renungan, introspeksi, menimbang atau menghisab sendiri berapa berat pahala dan berapa pula berat dosa yang telah dilakukan selama ini.

Jamaah perlu minta ampun dan memanjatkan doa kepada Allah SWT, karena doa orang yang sedang berwuquf akan dikabulkan oleh Allah SWT.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved