Seremonia

Dayah Jeumala Amal Luengputu Sembelih 34 Ekor Ternak untuk Kurban

Penyembelihan di dayah, lanjut Bahtiar, mulai dilakukan tahun 2005. Sementara tahun-tahun sebelumnya, DJA, menyerahkan sapi kurban ke masjid

Dayah Jeumala Amal Luengputu Sembelih 34 Ekor Ternak untuk Kurban
For Serambinews.com

SERAMBINEWS.COM,- SUDAH menjadi agenda tahunan, Dayah Jeumala Amal (DJA) Luengputu Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, berkurban. Pada Idul Adha 1440 H tahun 2019 ini, sebanyak 34 ekor ternak disembelih dan 2.380 tumpuk dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, yatim piatu yang tersebar di 33 dari 43 gampong dalam kecamatan tersebut. Penerima lainnya, Sahibul Kurban (orang yang berkurban), pekerja, majelis taqlim , karyawan DJA serta beberapa orang peminta-minta (ureung geumade) yang datang tiba-tiba.

Penyerahan daging kurban secara simbolis oleh, Direktur DJA Luengputu, Drs H Hamdani AR. Kemudian berturut-turut, Ketua Panitia, Bahtiar Harun SPd, Kepala Kankemenag Pijay, Drs H Ilyas Muhammad MA, mantan Direktur DJA priode pertama, Tgk H Anwar Yusuf MA, mantan Direktur DJA priode berikutnya, HM Daud Hasbi MAg serta Wadir DJA, Drs Muhammad Nurdin A Wabab. Ketua Panitia Kurban menyebutkan, sapi yang disembelih tahun ketahun bertambah disesuaikan dengan usia dayah itu sendiri. 34 ekor ternak yang disembelih kali ini bermakna DJA kini berusia 34 tahun (lahir 1985).

Dayah Jeumala Amal Luengputu Sembelih 34 Ekor Ternak untuk Kurban
Dayah Jeumala Amal Luengputu Sembelih 34 Ekor Ternak untuk Kurban (For Serambinews.com)

Penyembelihan di dayah, lanjut Bahtiar, mulai dilakukan tahun 2005. Sementara tahun-tahun sebelumnya, DJA, menyerahkan sapi kurban ke masjid. Hewan kurban, selain berasal dari arisan guru serta karyawan juga dari alumni yang kini mencapai seribuan orang tersebar di sejumlah kota di tanah air dan terbanyak di Jakarta termasuk juga dari Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim. Dari santri juga ada bersifat sedekah. Mereka dididik kearah tersebut, jika kelak mampu mau berkurban, kata Bahtiar.

Direktur DJA, Tgk H Hamdani AR, kepada Serambi menyebutkan, penyembelihan kurban di dayah yang dipimpinnya adalah, salah satu bentuk syiar sekaligus untuk memberi contoh kepada santri dengan harapan, agar kelak jika mereka mampu daris egi ekonomi hendaknya mau berkurban mewarisi jejak yang dilakukan dayah selama ini. Sementara sebelumnya, HM Daud Hasbi, dalam sambutan singkat mengajak para penerima kurban agar selalu bersyukur atas Rahmat Allah dan DJA itu milik semua warga.

Dengan wajah ceria warga beramai-ramai mendatangi lokasi pembagian daging di komplek dayah. Beberapa warga terpisah menyampaikan terima kasih atas perhatian DJA menyalurkan daging kurban kepada mereka yang memang kondisi ekonominya sangat lemah. “Memang besar sekali perhatian dayah ini terhadap kami warga miskin,” kata seorang IRT yang mengaku berasal dari Langgien. Seorang alumni DJA yang kini bermukim di Jakarta yang dihubungi Serambi mengaku, ia tetap peduli terhadap dayah tempat mereka menimba ilmu dulu termasuk juga ikut berkurban pada hari Raya Idul Adha.

Kecuali itu, sebuah fenomena yang patut diacung jempol, siapa saja tanpa kecuali yang memasuki kampus seluas 6,5 hektare, sama sekali tidak dibenarkan merokok. Spanduk bertuliskan “Dilarang Merokok di Komplek Kampus” terpampang di beberapa sudut. Ribuan warga warga yang memasuki area DJA untuk mengambil jatah daging, begitu memasuki pintu gerbang, rokoknya langsung dimatikan.” Mereka tampaknya mahfum benar jika masuk ke dayah rokoknya, spontan dibuang. (*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved