Pelaku Serangan Bersenjata di Masjid Norwegia Hadiri Sidang, Matanya Menghitam dan Luka di Wajah

Pria yang disebut sebagai pelaku serangan bersenjata di masjid Norwegia menghadiri sidangnya dengan mata menghitam dan luka di bagian wajah.

Pelaku Serangan Bersenjata di Masjid Norwegia Hadiri Sidang, Matanya Menghitam dan Luka di Wajah
REUTERS/Norsk Telegrambyra AS/CORNELIUS POPPE
Philip Manshaus, pemuda 21 tahun yang disebut sebagai terduga pelaku serangan bersenjata di Masjid Al Noor, Norwegia, Sabtu pekan lalu (10/8/2019), dan membunuh adik tirinya yang berusia 17 tahun.(REUTERS/Norsk Telegrambyra AS/CORNELIUS POPPE) 

Dilansir The Independent, sebuah postingan di dunia maya menyebutkan bahwa tersangka adalah seorang ekstremis sayap kanan yang terinspirasi oleh serangan teroris di Christchurch, Poway, dan juga El Paso.

Sebelum melancarkan aksinya menyerang masjid, tersangka diduga telah lebih dulu membunuh saudara tirinya yang berusia 17 tahun.

Polisi menemukan jasad korban di kediaman tersangka.

Polisi kini tengah menyelidiki kasus penyerangan masjid itu sebagai serangan teror.

"Kami sedang menyelidiki kasus ini sebagai upaya tindakan terorisme," ujar Asisten Kepala Polisi Rune Skjold, dalam konferensi pers, Minggu (11/8/2019).

"Kami menemukan tersangka bersikap ekstrem kanan, setelah dia menyatakan pendapatnya sebagai pemuja Quisling (Vidkun Quisling, seorang fasis Norwegia dan kolaborator Nazi), serta menentang imigrasi," lanjutnya.

Sementara pihak kepolisian Norwegia turut memuji keberanian yang ditunjukkan dua jemaah masjid, Mohamed Rafiq dan Mohamed Iqbal, atas upaya mereka menahan tersangka pelaku penembakan.

"Jelas terlihat bahwa berkat tindakan berani keduanya, kasus ini dapat dicegah dari hasil akhir yang sama sekali berbeda," ujar Skjold.

Tersangka pelaku saat ini tengah dalam penahanan polisi dan sedang menjalani pemeriksaan oleh psikiatris.

Satu orang dilaporkan terluka dalam upaya penyerangan Masjid Al-Noor di Baerum, pinggiran kota Oslo, pada Sabtu (10/8/2019) sore.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg menyatakan aksi itu merupakan "serangan langsung bagi Muslim di sana", sekaligus mengungkap kembali luka kelam delapan tahun silam.

Pada 22 Juli 2011, seorang ekstremis sayap kanan bernama Anders Behring Breivik menyerang simpatisan Partai Buruh dan menewaskan hingga 77 orang.

Norwegia dikenal sebagai negara yang menerapkan aturan kepemilikan senjata ketat, dengan izin harus diberikan oleh kepala polisi setempat, berdasarkan Perpustakaan Kongres AS.

Usai penembakan massal pada 2011, seluruh senjata otomatis, semi-otomatis, maupun yang sejenis dilarang, dengan saat ini diyakini terdapat 1.537.000 pucuk yang beredar.

Baca: Ibunda Dirawat di Ruang ICU, SBY Mohon Doa Kesembuhan Siti Habibah dan Penyakitnya Diangkat Allah

Baca: Rabu dan Kamis Lusa, Jalan Banda Aceh-Medan Ditutup Tiga Jam di Peureulak

Baca: HAMAS Pertanyakan Masalah Status Kepemilikan Tanah Asrama Naga Sakti

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaku Serangan Bersenjata di Masjid Norwegia Hadiri Sidang dengan Mata Menghitam"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved