Mentan: Bibit Padi IF8 Wajib Disertifikasi Untuk Hindari Ledakan Hama

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa semua benih padi wajib disertifikasi, termasuk benih IF8

Mentan: Bibit Padi IF8 Wajib Disertifikasi Untuk Hindari Ledakan Hama
Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman 

JAKARTA - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa semua benih padi wajib disertifikasi, termasuk benih IF8 yang dikembangkan Tgk Munirwan, Direktur PT Bumades Nisami yang juga Keuchik Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Jika benih tidak disertifikasi, maka bisa menimbulkan ledakan hama yang penanggulangannya memakan biaya sangat besar.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjawab Serambi kemarin, terkait kisah Tgk Munirwan dan benih IF8 yang sempat menghiasai laman-laman medsos belakangan ini. Menteri Amran mengatakan, sertifikasi bibit adalah bentuk perlindungan terhadap petani, yang mekanisme pengajuannya sangat mudah dan tanpa dipungut biaya.

Mentan mengaku tidak mengetahui, kenapa Tgk Munirwan tidak mendaftarkan temuannya itu. "Saya tidak tahu kenapa tidak didaftarkan. Makanya saat mendengar cerita bibit IF8 dari Aceh Utara, kami langsung gerak cepat mengirimkan tim, termasuk membawa formulirnya," ujarnya.

Menteri Amran mengingatkan semua pihak agar tidak bermain-main dengan bibit baru yang belum berlabel. "Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara. Tidak boleh main-main dengan pangan," tegasnya.

Amran Sulaiman merasa kecele tentang sosok Tgk Munirwan, yang heboh dengan 'drama' bibit padi IF8 di Aceh Utara. Awalnya ia membayangkan Tgk Munirwan itu adalah petani miskin yang hanya punya lahan 0,3 hektare. Belakangan baru diketahui Tgk Munirman adalah pengusaha sukses dengan omset miliaran rupiah. Perusahaannya adalah PT Bumides, bukan BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa.

Mentan menaruh perhatian besar terhadap kasus Tgk Munirwan, sebab oleh media massa ia digambarkan seorang petani miskin dan mengelola BUMDES. "Kita langsung respons setelah membaca berita. Bahwa ada petani kreatif dan inovatif yang tak mampu mendapatkan label terhadap bibit padi yang dihasilkannya. Tapi nyatanya tidak seperti itu," ujar Amran Sulaiman.

Tgk Munirwan sempat meringkuk di tahanan Polda Aceh setelah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (23/7). Lelaki ini ditahan terkait dugaan tindak pidana memproduksi, mengedar, dan memperdagangkan secara komersial benih padi jenis IF8 yang belum dilepas varietasnya dan belum disertifikasi.

Pada bagian lain, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengaku terkejut saat mendengar Tgk Munirwan melalui PT Bumades Nisami mampu menghasilkan omzet Rp 7 miliar per tahun. "Saat kami dengar berita, kami kirim Prof Erizal Jamal (Litbang Pertanian) ke lapangan karena kami iba, respons cepat dengar ada petani kreatif ditangkap. Tapi setelah ditelusuri dia omzetnya sudah Rp 7 miliar. Jangan dong mengatasnamakan petani," kata Amran.

Mentan Amran juga menyatakan seluruh penjual benih wajib melakukan sertifikasi. Hal itu guna menghindari hama yang merugikan. "Dia direktur, siapa tanggung jawab kalau ada ledakan hama. Kalau pangan bermasalah ini berbahaya, untuk itu kita protect petani, jangan dibalik-balik (faktanya)," ujarnya.

Terkait proses hukum yang menjerat Keuchik Munirwan, Amran mengaku tak bisa berkomentar banyak. "Saya kan Mentan, masalah hukum kita tak bisa lah (berkomentar)," kata dia. (fik/tribunnews)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved