Toni Ardi, Putra Aceh yang Aktif ke Titik Karhutla

Toni Ardi terlihat sibuk ketika menyambut kunjungan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek ke Bandara

Toni Ardi, Putra Aceh yang Aktif ke Titik Karhutla
IST
Toni Ardi 

Toni Ardi terlihat sibuk ketika menyambut kunjungan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek ke Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Selasa (13/8). Toni Ardi merupakan penanggung jawab atau operator helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikerahkan ke Aceh Barat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Toni merupakan putra asli Aceh kelahiran Langsa, 9 Juni 1988. Namun sejak berusia dua tahun, ia dibawa kedua orang tuanya ke Pekanbaru, Riau, dan dibesarkan di sana. "Saya ke Aceh ini merupakan kedua kali. Dulu pernah ke Aceh usia 12 tahun ketika masih kelas VI SD," ujar Toni.

Pria yang masih lajang ini mengaku ayahnya asli Aceh dan ibu dari Jawa. Namun konflik waktu itu memaksa mereka mengungsi ke Pekanbaru dan menata hidup baru di sana. Demikian juga dengan pendidikannya sejak kecil, ditempuh di Pekanbaru dan Jakarta. Kondisi itu membuatnya sangat jarang ke Aceh, meski di sini ada banyak keluarga ayahnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu aktif dalam kegiatan kemanusiaan di Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak tahun 2015 silam. Ia sudah terjut ke berbagai lokasi karhutla di sejumlah daerah sejak lima tahun lalu. "Saya dapat perintah dari BNPB untuk menjalankan misi penyiraman udara pada lokasi karhutla di Aceh. Mendapat tugas itu, saya langsung bertolak dari Palembang dengan helikopter," sebut Toni.

Sejak bergabung dengan misi penyiraman udara dengan helikopter, Toni aktif terbang ke titik karhutla, di antaranya Pekanbaru, Palembang, Palangkaraya, Banjarmasin, Pontianak, dan Aceh. "Saya senang bisa dikerahkan ke Aceh, ini kampung orang tua saya. Tapi sejak Kamis sore lalu, belum satu pun keluarga saya jumpa. Ini masih sibuk dengan penyiraman," ujar Toni yang mengaku bisa mengendarai helikopter itu.

Api kecil perlu dicegah

Terkait musibah kebakaran yang terjadi saat ini, Toni Ardi menyebut bahwa api harus selalu diwaspadai seberapa pun ukurannya. "Api kecil pun perlu segera dilakukan penanganan, jangan sempat dibiarkan besar. Kalau sudah besar, segera minta bantuan helikopter, karena tidak dapat dijangkau melalui darat," beber pria berkacamata hitam itu.

Ia juga mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat masih dalam kategori sedang dan dapat diatasi. Namun demikian, lanjut Toni, karhutla tidak boleh dianggap remeh apalagi lahan yang terbakar jenis gambut. Hingga kini, pihaknya sudah 84 kali melakukan penyiraman udara di Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved