Jurnalisme Warga

Wisata Lebaran di Danau Aneuk Laot Sabang

Gradasi hijau zamrud warna laut, ragam ikan warna-warni, karang batik yang menarik hati hingga banyaknya bulu babi

Wisata Lebaran di Danau Aneuk Laot Sabang
IST
AYU ‘ULYA, Pengurus Bidang SDM Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh, melaporkan dari Kota Sabang

Pada dasarnya, selain menikmati keindahan Danau Aneuk Laot melalui dokumentasi selfie atau wefie, tampaknya belum ada fasilitas memadai lainnya yang tersedia untuk menikmati wisata air Danau Aneuk Laot secara langsung. Menurut keterangan yang saya dapatkan dari warga setempat, aktivitas warga yang dilakukan di danau ini melingkupi aktivitas memancing dan latihan dayung sampan bagi para atlet Kota Sabang. Sehingga ketika berwisata di Taman Putroe Ijo di sekitar Danau Aneuk Laot, tidak mengherankan jika kita dapat menemukan sebuah balai kayu beratapkan seng dengan pamflet bertuliskan“Balai Nelayan”, sebuah tempat yang dibuat untuk para nelayan singgah beristirahat pascacari rezeki di danau.

Mengingat potensi alami Danau Aneuk Laot saya rasa penyediaan atraksi berbasis kearifan lokal di sekitar danau agaknya menjadi opsi menarik lainnya bagi peningkatan pariwisata Kota Sabang. Jika selama ini Sabang sudah cukup populer dengan keindahan bahari dan gunung berapinya yang mengagumkan, sudah saatnya memberi opsi keindahan pariwisata lainnya bagi para wisatawan melalui jalur wisata air tawar Danau Aneuk Laot.

Wisata Lebaran

Terdapat sebuah hal unik yang baru saya sadari ketika menghabiskan waktu berwisata sebelum dan selama momen Iduladha di Sabang. Pasalnya, moda transportasi wisata, terutama becak selama berada di Sabang dapat dengan mudah diakses. Kemeriahan dalam menyambut Lebaran ternyata tidak menyulitkan para wisatawan untuk mengakses keindahan kota yang populer dengan sebutan “The Crytal Water of  Weh Island” ini.

Walau dapat dipastikan tempat-tempat wisata ditutup sementara selama Lebaran, namun tidaklah lama. Pada hari kedua atau ketiga Lebaran, kegiatan wisata di kawasan Sabang kembali menggeliat hebat. Seakan Sabang sudah sangat pintar memadupadankan momen sakral agama dan budaya untuk tetap dijalankan dengan baik tanpa menghambat suasana pariwisata bagi para wisatawan yang “iseng” ingin berkunjung pada momen apa pun dan kapan pun. Bagi saya pribadi, bentuk kesiapan, keramahtamahan, serta kejujuran warga Sabang dalam menyambut tamu wisata patut diapresiasi dan dicontoh oleh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh.

Pada dasarnya, ketika pelayanan yang diberikan maksimal, dana besar yang dikucurkan selama berwisata tak ada artinya. Karena seindah-indahnya oleh-oleh yang bisa dibawa pulang bukanlah yang dapat dibeli, tapi kenangan indah yang dibawa pulang dan disimpan di dalam hati. Yuk, berwisata ke Sabang. 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved