Kasus Pembobolan Rutan Lhoksukon, 38 Napi Masih Kabur

Kasus pembobolan Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, hingga kini masih meninggalkan tunggakan

Kasus Pembobolan Rutan Lhoksukon, 38 Napi Masih Kabur
IST

LHOKSUKON – Kasus pembobolan Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, hingga kini masih meninggalkan tunggakan bagi aparat penegak hukum. Karena, sampai sekarang ini masih ada narapidana dan tahanan yang belum berhasil ditangkap.

Sebagaimana diberitakan sebelummnya, Rutan Cabang Lhoksukon, Aceh Utara pada Minggu (16/6/2019) sekira pukul 15.45 WIB dibobol puluhan napi dan tahanan dengan cara merusak tiga pintu. Sehingga, dari 447 total napi dan tahanan saat itu, sebanyak 73 orang berhasil kabur. Kini, mereka sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Plt Kepala Rutan Cabang Lhoksukon, Ramli kepada Serambi Rabu (14/8) menyebutkan, mereka yang belum berhasil ditangkap kini sudah menjadi kewenangan polisi untuk meringkusnya. Karena, petugas sipir saat ini harus fokus kepada pengamanan di Rutan.

Dari 73 napi dan tahanan yang kabur, 38 orang diantaranya hingga kini belum berhasil ditangkap petugas. Sedangkan 34 tahanan dan napi lagi, sudah berhasil diamankan kembali di Cabang Rutan Lhoksukon dengan cara ditangkap kembali, dan menyerahkan diri. Sedangkan satu lagi sudah tewas karena ditemukan di sungai kawasan Lhoksukon.

Dari 34 tersebut, sebanyak 15 napi sudah dipindahkan ke Rutan Kelas IIB Bener Meriah pada 19 Juni 2019. Napi yang dipindahkan tersebut adalah mayoritas napi kasus narkoba dengan hukuman 2 sampai 5 tahun.  Kemudian, pada Kamis (20/6/2019), lima napi kasus narkoba yang kabur kembali dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkoba Kelas II Langsa. “Saat ini, satu napi yang terlibat dalam kasus pembobolan rutan ditahan di Ppolres Aceh Utara,” ujar Ramli.

Napi tersebut adalah Syafrijal (42) yang terlibat kasus pembunuhan asal Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Syafrijal divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara pada 28 Mei 2019 dalam kasus pembunuhan M Amin (73) Peutuha Peut Dusun Alue Mudek, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi kemarin menyebutkan, hingga kini petugas masih terus berupaya mendeteksi keberadaan napi dan tahanan yang kabur. Apalagi, mereka yang masih kabur tersebut sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sedangkan beberapa diantaranya sudah terdeteksi keberadaannya dan masih dalam pemantauan petugas. “Hasil penyelidikan kita sementara di lapangan, ada juga napi dan tahanan yang kabur tersebut sudah ke luar daerah,” katanya. Proses pengejaran mereka, lanjut Kasat Reskrim, akan terus berlangsung sampai semua mereka bisa ditangkap kembali.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved