Berita Pidie

Kejari Pidie Boyong Pj Keuchik dan Bendahara Gampong Mesjid ke Rutan Kajhu Aceh Besar

Penahanan kedua tersangka setelah berkas yang diserahkan Reskrim Polres Pidie dinyatakan lengkap.

Kejari Pidie Boyong Pj Keuchik dan Bendahara Gampong Mesjid ke Rutan Kajhu Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Kasi Pidsus Kejari Pidie, Naungan Harahap.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie resmi menahan Pj Keuchik Gampong Mesjid, Kecamatan Muara Tiga ( Laweung), Imran SSos bersama bendahara gampong Sulaiman Nurdin (39) di kantor Kejari setempat, Rabu (14/8/2019).

Penahanan kedua tersangka setelah berkas yang diserahkan Reskrim Polres Pidie dinyatakan lengkap.

Kedua tersangka, diduga terlibat korupsi dana gampong tahun 2017 dengan anggaran Rp 886 juta.

"Kedua tersangka kasus korupsi dana gampong akan kita boyong ke Rutan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar," kata Kasi Pidsus Kejari Pidie, Naungan Harahap SH MH, kepada Serambinews.com, Rabu (14/8/2019).

Ia menjelaskan, ditahannya kedua tersangka di Rutan Kajhu, mengingat kasus korupsi tersebut akan dilaksanakan sidang di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Baca: Polres Pidie Serahkan Kasus Korupsi Dana Gampong ke Jaksa, Ini Jumlah Kerugian Negara

Baca: Penerima Dana PKH Banyak tak Tepat Sasaran, Dinsos Pidie Diminta Evaluasi Data

Baca: Tingkat Kehadiran Pegawai Negeri Sipil di Pidie Capai 75 Persen

Sehingga, kata Naungan, akan memudahkan penyidik JPU saat digelar proses persidangan. Karena Rutan Kajhu dengan pengadilan tipikor tidak jauh.

Ia menambahkan, pihaknya segera menyiapkan berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

"Untuk tahap pertama kita menahan kedua tersangka selama 20 hari. Dengan waktu 20 hari itu kita akan usahakan bisa merampungkan berkas," ujarnya.

Untuk diketahui dugaan kasus korupsi di Gampong Mesjid, Kecamatan Muara Tiga diungkap Sat Reskrim Polres Pidie. Polisi memproses secara hukum Pj Keuchik Gampong Mesjid, Imran SSos dan bendahara gampong, Sulaiman Nurdin (39).

Hasil audit Ispektorat Pidie menemukan kerugian negara sekitar Rp 141.353.154.34 dari dana gampong tahun 2017 Rp 886 juta.

Namun, kedua tersangka hanya mengembalikan dana kerugian negara Rp 74.700 ribu.

Pengembalian tersebut dilakukan setelah polisi menetapkan pj keuchik dan bendahara sebagai tersangka. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved