Palestina

Palestina Kecam Seruan Israel untuk Mengubah Status Quo Masjid Al Aqsa di Yerusalem

Organisasi-organisasi Yahudi ekstremismenyerukan penggerebekan besar-besaran terhadap Al-Aqsa selama minggu ini.

Palestina Kecam Seruan Israel untuk Mengubah Status Quo Masjid Al Aqsa di Yerusalem
ANADOLU AGENCY/MUSTAFA HASSONA
PROTES - Warga Palestina berkumpul untuk memprotes pelanggaran Israel terhadap Masjid Al Aqsa dan serangan terhadap Muslim di depan Monumen Prajurit Tidak Dikenal di Kota Gaza, Senin (12/8/2019). 

Organisasi-organisasi Yahudi ekstremis, yang dikenal luas sebagai kelompok-kelompok Temple Mount, menyerukan penggerebekan besar-besaran terhadap Al-Aqsa selama minggu ini.

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Otoritas Palestina pada hari Rabu mengecam seruan Israel untuk mengubah status quo Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Kepresidenan Palestina, dalam sebuah pernyataan, mengutuk pernyataan Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan, yang ingin mengubah situasi historis masjid.

"Kami mengutuk pernyataan yang ditujukan untuk meningkatkan ketegangan dan memicu perasaan rakyat Palestina, Arab dan negara-negara Islam," bunyi pernyataan kepresidenan Palestina.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa masjid adalah garis merah dan setiap perubahan dalam situasinya tidak dapat diterima.

Palestina meminta pemerintah Israel bertanggung jawab atas provokasi yang sedang berlangsung dan serangan terhadap situs-situs keagamaan di Yerusalem yang diduduki, khususnya di Masjid Al-Aqsa.

Kepresidenan memperingatkan bahwa jika Israel melanjutkan tindakan seperti itu, ini akan mengarah pada situasi yang tidak terkendali atau konsekuensi serius.

"Kami menyerukan masyarakat internasional untuk campur tangan untuk menekan Israel agar menghentikan tindakan-tindakan ini," katanya.

Baca: Israel Tahan 19 Warga Palestina, Total Warga yang Ditahan Saat Ini Mencapai 5.700 Orang

Baca: Raja Salman Undang 1.000 Anggota Keluarga Martir Palestina untuk Naik Haji Tahun Ini

Sebelumnya, Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan, mengatakan kepada Radio Israel pada hari Selasa: "Saya pikir ada ketidakadilan dalam status quo yang telah ada sejak 1967."

“Kita perlu bekerja untuk mengubah (status quo) sehingga di masa depan orang-orang Yahudi, dengan bantuan Tuhan, dapat berdoa di Bukit Bait Suci,” tambahnya.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved