Berita Luar Negeri

Kelompok Houthi Mulai Serang Fasilitas Gas Arab Saudi, Klaim Dampak Serbuan Picu Kebakaran

"Tim tanggap dari Saudi Aramco telah dapat mengendalikan kebakaran di lokasi yang terbatas di fasilitas pencairan gas alam di Shaybah,"

Kelompok Houthi Mulai Serang Fasilitas Gas Arab Saudi, Klaim Dampak Serbuan Picu Kebakaran
(MOHAMMED HUWAIS / AFP)
Tentara milisi Houthi bersorak dan meneriakkan slogan saat berkumpul di ibu kota Sanaa. 

SERAMBINEWS.COM - Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengklaim serangan ke sebuah pabrik gas di Arab Saudi, Sabtu (17/8/2019), yang memicu terjadinya kebakaran, meski tak sampai mengganggu produksi.

Dilansir AFP, yang mengutip pernyataan dari perusahaan energi milik Arab Saudi, Aramco, serangan tersebut menyasar sebuah fasilitas gas alam di Shaybah.

"Tim tanggap dari Saudi Aramco telah dapat mengendalikan kebakaran di lokasi yang terbatas di fasilitas pencairan gas alam di Shaybah," kata perusahaan energi itu dalam pernyataannya.

"Serangan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cedera, juga tidak ada gangguan terhadap pengoperasian Saudi Aramco," tambah pernyataan itu.

Baca: Live Streaming Liga Inggris Manchester City Vs Tottenham Hotspur, Tanding Pukul 23.30 WIB

Baca: Koalisi Militer Arab Saudi Klaim Hancurkan Situs Peluncuran Rudal Milik Houthi

Misil Burkan H2 yang ditembakkan Pemberontak Houthi ke Arab Saudi
Misil Burkan H2 yang ditembakkan Pemberontak Houthi ke Arab Saudi (Presstv.com.com)

Kelompok Houthi telah mengklaim melakukan serangkaian serangan, baik menggunakan rudal maupun drone, ke fasilitas milik pemerintah Saudi, dalam beberapa bulan terakhir, sebagai balasan terhadap perang saudara yang ditimbulkan Saudi di Yaman.

Serangan pada Sabtu pagi itu juga diklaim dilakukan Houthi yang melancarkan serangan "besar-besaran" dengan mengerahkan 10 unit drone dan menargetkan instalasi gas Saudi.

Seorang juru bicara Houthi, yang dikutip stasiun televisi pemberontak, Al-Masirah, mengatakan bahwa akan ada serangan yang lebih besar dan ganas terhadap Arab Saudi, jika negara itu melancarkan balasan.

Sementara Menteri Energi Arab Suadi, Khalid al-Falih, mengatakan bahwa serangan drone terbaru dilancarkan pada pukul 03.20 dini hari menggunakan drone jebakan.

"Otoritas Saudi mengecam keras serangan itu," kata Al-Falih.

Baca: Malaysia Gagalkan Timnas Indonesia ke Final Piala AFF U-18

"Sabotase teroris ini mengikuti serangkaian serangan, termasuk terhadap kapal tanker minyak, yang bertujuan mengganggu pasokan minyak internasional."

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved