Berita Subulussalam

Terkait Penolakan Izin, Ini Tanggapan PT Laot Bangko Subulussalam

Penolakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sada Kata terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Laot Bangko ditanggapi perusahaan itu.

Terkait Penolakan Izin, Ini Tanggapan PT Laot Bangko Subulussalam
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
AREAL Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit PT Laot Bangko di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam yang dibuka dan sebagian sudah ditanami. Foto direkam, Senin (7/5/2018). 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM -  Penolakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sada Kata terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PT Laot Bangko ditanggapi pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit itu.

Harisman Sambo, Humas PT Laot Bangko Kota Subulussalam yang dikonfirmasi Serambinews.com beberapa waktu lalu  menyatakan jika perizinan telah diperpanjang PT Laot Bangko akan siap memberikan konstribusi terhadap masyarakat dan daerah.

Bahkan Haris mengaku sudah ada progress terkait program kemasyarakatan dan kebun plasma. 

Sehingga, anggapan yang selama ini tertanam jika PT Laot Bangko tidak memiliki program bagi masyarakat kini telah dilakukan.

Pun demikian dengan sengketa lahan, PT Laot Bangko telah menyelesaikan kepada masyarakat.

Untuk hutan lindung atau kawasan-kawasan yang ada dalam areal perusahaan itu dikeluarkan dari lahan HGU ini.

Pun demikian lahan masyarakat setidaknya ada 1500-an hektar telah diganti rugi  perusahaan yang kawasannya masuk di tiga kecamatan yakni Penanggalan, Simpang Kiri dan Sultan Daulat.

Bentuknya, kata Haris perusahaan memberi konpensasi lahan yang pernah digarap oleh masyarakat sekitar.

Lahan seluas itu, lanjut Haris sudah ada sekitar Rp 3 miliar yang diganti rugi atau pemberian konpensasi kepada masyarakat di sana.

Halaman
1234
Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved