27 Ton Bawang Ilegal Mulai Membusuk

Bawang merah selundupan dari Penang, Malaysia, sebanyak 3.000 karung atau sekitar 27 ton yang disita pihak Kantor Pengawasan

27 Ton Bawang Ilegal Mulai Membusuk
SERAMBI/ZUBIR
Pihak Bea dan Cukai sedang memindahkan bawang merah ilegal dari kapal patroli ke dalam truk di Pelabuhan Kuala Langsa, pada Kamis (15/8/2019). 

LANGSA – Bawang merah selundupan dari Penang, Malaysia, sebanyak 3.000 karung atau sekitar 27 ton yang disita pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, mulai membusuk.

Pihak KPPBC TMP C Kuala Langsa menyatakan belum berani memusnahkan atau bisa dihibahkan kepada masyarakat lantaran pihaknya kini masih menunggu hasil pengecekan pihak karantina dan tumbuhan terhadap kelayakan konsumsi bawang itu.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan atau pengecekan bawang tersebut oleh pihak terkait karantina dan tumbuhan," kata Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak, kepada Serambi, Sabtu (17/8).

Menurutnya, saat ini sebanyak 3.000 karung bawang merah ilegal selundupan luar negeri ini masih diamankan sementara di Markas Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah Polda Aceh, di Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

"Setelah nantinya diteliti oleh pihak karantina dan tumbuhan, jika bawang ini tidak berbahaya dan layak dikonsumsi, maka akan diajukan ke Bea Cukai Banda Aceh untuk dihibahkan kepada masyarakat," sebutnya.

Namun, tambah Mochamad Syuhadak, apabila bawang selundupan tersebut nantinya setelah dilakukan pengecekan oleh pihak karantina dan tumbuhan dan dinyatakan tidak layak lagi atau berbahaya dikonsumsi, Bea Cukai terkait akan memusnahkan bawang merah ini.

"Saya rasa bawang ini sekarang mulai membusuk, dan kemungkinan bawang merah ini akan dimusnahkan. Tapi nanti kita lihat dulu setelah diperiksa oleh pihak Karantina dan Tumbuhan setempat," jelasnya.

Sebelumnya dilaporkan, tim gabungan Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC), Rabu (14/8) malam berhasil menggagalkan penyelundupan bawang merah ilegal 3.000 karung atau sekitar 27 ton dari Penang, Malaysia.

Penyergapan dilakukan Satgas Patkorkastima 25A Sektor Pesisir Timur Aceh, Kanwil DJBC Kepri, Kanwil DJBC Aceh, KPPBC TMP C Kuala Langsa, PSO Tanjung Balai Karimun, di perairan Aceh Tamiang.

Selain menyita bawang merah seludupan sekitar 27 ton, petugas Bea dan Cukai juga mengamankan nahkoda kapal berinisial JS dan 4 orang ABK, serta 2 unit kapal motor (KM) Tetap Semangat-1 GT 20 No 246/QQd.

Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak juga menyampaikan hingga kemarin, nahkoda KM Tetap Semangat-1 GT 20 No 246/QQd (kapal pembawa bawang merah ilegal) berinisial JS dan 4 anak buah kapal (ABK) sejak ditangkap tim gabungan Bea Cukai pada Rabu (14/8) lalu masih ditahan dan kapal tersebut diamankan sementara di Pelabuhan Kuala Langsa.

“Hingga saat ini masih diamankan dan terus dilakukan pemeriksaaan oleh penyidik di Kantor KPPBC TPC C Kuala Langsa. Nahkoda dan ABK itu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Bea dan Cukai diduga terjadi pelanggaran ketentuan Kepabeanan Pasal 102 huruf a Undang-Undang Kepabeanan.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved