Gubuk Musnah Terbakar, Kami Menumpang di Tanah Wakaf

KAKEK Nurdin (65), penderita stroke tak bisa jalan menju ke tenda. Ia harus dipapah oleh anaknya ke tenda darurat bantuan

Gubuk Musnah Terbakar, Kami Menumpang di Tanah Wakaf
Serambinews.com
Kakek Nurdin (65) warga miskin dan mengalami stroke terpaksa dipapah bila ke tenda darurat karena rumah gubuk mereka terbakar, Jumat (16/8/2019) sore. 

KAKEK Nurdin (65), penderita stroke tak bisa jalan menju ke tenda. Ia harus dipapah oleh anaknya ke tenda darurat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, karena gubuk yang ditempel ke dinding belakang ruko di terminal lama Peusangan, Bireuen, sudah ludes terbakar sejak Jumat (16/8).

Anak Nurdin, Zubaidah (35) kepada Serambi Sabtu (17/8) mengatakan, bapaknya mengalami stroke sejak dua tahun lalu dan tak mampu lagi berjalan. Sehingga harus dipapah bila keluar dari tenda ataupun duduk di kursi bambu.

Sejak dua tahun lalu, mereka dengan bahan berupa  papan  dan atap seadannya membangun gubuk yang ditempel pada dinding ruko milik orang lain. Bangunan reot itu berada di atas saluran air Desa Meunasah Dayah, Peusangan. Disitulah mereka bertiga yaitu Nurdin, Zubaidah, serta Maulana (6) berteduh.

Kegiatan sehari-hari Zubaidah menjaga WC umum, mencuci pakaian, dan mencari barang bekas di seputaran Keude Matanggeulumpangdua, Peusangan guna menutupi kebutuhan hidup. Naas, kala Zubaidah sedang mencuci pakaian di rumah tetangga, tempat mereka berteduh musnah terbakar.

Kala peristiwa itu terjadi, ayahnya yang sakit berada di dalam gubuk tersebut. Beruntung, seorang tukang pangkas dan temannya ketika melihat gubuk itu terbakar, langsung berlari ke sana untuk  membopong Nurdin. Dan Kakek Nurdin selamat dari kobaran api, sedangkan gubuk, pakaian, dan lainnya ludes terbakar.

Zubaidah menceritakan, pascakejadian BPBD Bireuen membangun tenda sebagai tempat berteduh sementara. Karena, satu minggu ke depan akan dibangun rumah sederhana di atas tanah wakaf dekat WC umum. “Kami tak ada tanah semeter pun. Rumah sederhana yang akan dibangun dekat WC umum itu berlokasi di atas tanah wakaf. Kami sebagai menumpang saja nantinya,” ujar Zubaidah.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved