Berita Aceh Timur

Isi Tausiyah Safari Subuh di Peureulak, Ini Pesan Tu Sop Tentang Hidup Diakhir Zaman

Maka untuk menghadapi masa ini Rasulullah telah memberikan solusinya yaitu dengan mencari lingkungan yang baik

Isi Tausiyah Safari Subuh di Peureulak, Ini Pesan Tu Sop Tentang Hidup Diakhir Zaman
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab yang biasa dipanggil Tu Sop, Minggu (18/8/2019), mengisi pengajian dalam rangka memenuhi undangan Tim Safari Subuh Pemkab Aceh Timur yang digelar di Masjid Zadul Muad Peuruelak, Aceh Timur 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab yang biasa dipanggil Tu Sop, Minggu (18/8/2019), mengisi pengajian dalam rangka memenuhi undangan Tim Safari Subuh Pemkab Aceh Timur yang digelar di Masjid Zadul Muad Peuruelak, Aceh Timur.

Turut dihadiri Oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Timur diantaranya Bupati Aceh Timur, Wakil Bupati, Kapolres, Wakapolres, Dandim, tokoh masyarakat para pimpinan majelis taklim serta ribuan masyarakat lainnya.

Pimpinan Dayah Babussalam Al Azizah Jeunieb dalam tausiahnya mengatakan, yang paling membahagiakan di dunia ini, adalah apabila mampu menjadikan agama sebagai kehidupan dan kehidupan sebagai agama.

Baca: Peringati Nuzulul Quran, Tu Sop Ajak Masyarakat Aceh Terjemahkan Nilai-nilai Alquran dalam Kehidupan

"Apalagi kita saat ini hidup di zaman akhir, zaman fitnah yang bertebaran dimana-mana, maka agama adalah patron bagi kehidupan jika ingin selamat dunia dan akhirat," ungkap Tu Sop.

Mengutip dari sebuah hadis nabi, Tu Sop mengatakan, akan datang suatu masa dimana seseorang binasa hancur agamanya karena kedua ibu bapaknya, jika tidak maka akan hancur oleh tangan anak dan istrinya ataupun karena persoalan saudara dan kerabatnya.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh persoalan harta, dimana anak merasa malu melihat orang tuanya yang miskin atau sebaliknya.

Ataupun istri tidak mau suaminya miskin atau sebaliknya.

Baca: Bupati Pidie Jaya Batalkan Anaknya Terima Hadiah Utama, Sempat Tawarkan untuk Anak Yatim

Miskin menyebabkan orang tidak dipandang hina dan tersisih, sehingga mereka memaksa diri melakukan sesuatu yang tidak sanggup dan menggiring dirinya pada tempat kebinasaan.

Menurut Tu Sop saat manusia materialis dan orientasi hidup materialistik bukan agama maka terjadilah perilaku hidup menghalalkan segala cara untuk memperoleh materi itu.

"Maka untuk menghadapi masa ini Rasulullah telah memberikan solusinya yaitu dengan mencari lingkungan yang baik. Jika kita tidak menemukannya maka bangunlah lingkungan itu sesuai dengan kaidah-kaidah peradaban sosial diawal islam," kata Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) itu. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved