Breaking News:

Saya Tidak Boleh Sakit

Ramah dan humoris, itulah penilaian pertama yang akan terbesit saat bertemu dengan Ners. Hj. Ernani Wijaya, S.Kep.,M.Kep

Saya Tidak Boleh Sakit
IST
Hj. Ernani Wijaya, S.Kep.,M.Kep. Wanita kelahiran Meulaboh, Aceh Barat, 5 Agustus 1974, ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, serta istri dari T Irfan TB, Bupati Aceh Jaya

Ernani Wijaya T Irfan TB

Ramah dan humoris, itulah penilaian pertama yang akan terbesit saat bertemu dengan Ners. Hj. Ernani Wijaya, S.Kep.,M.Kep. Wanita kelahiran Meulaboh, Aceh Barat, 5 Agustus 1974, ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, serta istri dari T Irfan TB, Bupati Aceh Jaya.

Dengan status sebagai istri bupati dan jabatan kepala dinas kesehatan yang disandangnya, maka bisa dibayangkan bagaimana kesibukan Ernani Wijaya. Tapi, jebolan Program Studi Ilmu Keperawatan dan Magister Ilmu Keperawatan Unsyiah tahun 2018 ini, tak pernah lupa akan tugas pokoknya sebagai seorang istri dan juga ibu bagi T Dzaki Putra Fandani, Cut Zakia Putri Fandani, dan T Radja Aulia Fandani.

Saat berbincang dengan Serambi, Ernani mengatakan, sejak masih di bangku kuliah ia sudah mulai memperlajari dan memperbanyak ilmu tentang manajemen. "Saya kan di sini sebagai manajer bagi keluarga, jadi saya harus pinter-pinter membagi waktu untuk mencapai sebuah tujuan yaitu bahagia, karena di sini saya sebagai istri Bupati, Ketua PKK, Ketua Dekranasda, dan juga Kepala Dinas Kesehatan," ungkapnya.

Ibu tiga anak yang memulai karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1993 sebagai Bidan di Puskesmas Teunom ini, memiliki moto hidup "Saya tidak boleh sakit". Meski jadwalnya sangat padat, tapi Ernani tidak pernah membuat anak-anaknya kecewa dan komplain dengan kesibukannya.

Ia sendiri juga sangat paham watak dan karakter ketiga anaknya hingga makanan kesukaan ketiga buah cintanya bersama T Irfan TB tersebut. "Kalau anak-anak perlu saya, saya akan memilih anak-anak saya, walaupun ada tugas dari kantor itu akan saya tinggalkan demi mereka," sebutnya sambil menjelaskan makanan kesukaan dari ketiga anaknya tersebut.

"Kalau si abang itu sangat suka makanan teri sambal lado kacang, kalau si kakak suka makanan udang kuah masam keueng, kalau si bungsu itu lebih suka pizza, sama kebab," tambahnya.

Tidak hanya tahu kesukaan ketiga anaknya, ia juga sangat paham akan makanan yang bisa membuat suaminya T Irfan TB betah di rumah. Menurutnya, T Irfan TB tersebut sangat menyukai makanan yang berlemak. "Kalau beliau makannya itu tidak monoton, tapi saya sangat tahu kalau beliau itu suka yang lemak-lemak atau makanan yang bersantan, misalnya labu tanah disantan, timun disantan, itu bapak sangat suka," tandasnya.

Anak dari pasangan Sabi Hamzah dan alm ibu Sakdiah mengaku tidak banyak perbedaan kehidupan yang dijalaninya sebelum menjadi istri pejabat dan saat menjadi istri pejabat. Ia sendiri juga mengaku akan selalu mendampingi T Irfan TB dalam keadaan apapun dan kondisi yang bagaimana pun. "Jika ada kabar negatif tentang bapak saya tidak terlalu peduli, karena saya kenal bapak," pungkasnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada Seluruh kaum wanita khususnya di kabupaten Aceh Jaya untuk tetap sadar jati diri sebagai seorang istri walaupun memiliki karir yang begitu bagus, namun harus tetap kembali ke kodrat sebagai wanita. "Tugas kita kepada suami dan anak, walaupun dalam keadaan sibuk dan sesibuk apapun tetap harus kembali dan tidak boleh meninggalkan kodrat sebagai wanita, kita tetap harus menjalankan tugas sebagai istri, itu saja," tutupnya.(c52)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved