Tim ‘Kabar Simeulue’ Bantu Bangun Rumah Yatim Piatu  

Rumah milik anak yatim piatu di Desa Bunon, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, dilanjutkan pembangunannya oleh tim grup WhatsApp (WA)

Tim ‘Kabar Simeulue’ Bantu Bangun Rumah Yatim Piatu   
SERAMBI/SARI MULIYASNO
BEDAH RUMAH YATIM - Tim bedah rumah anak yatim piatu di Desa Bunon, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, menurunkan material, Minggu (18/8/2019). Anggaran pembangunan itu bersumber dari donasi kemanusiaan yang digalang melalui grup WhatsApp "Kabar Simeulue".SERAMBI/SARI MULIYASNO 

SINABANG - Rumah milik anak yatim piatu di Desa Bunon, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, dilanjutkan pembangunannya oleh tim grup WhatsApp (WA) ‘Kabar Simeulue.’ Pemilik rumah yang sudah ditinggal ayah dan ibunya sekitar tujuh tahun lalu adalah Alsadri (19) bersamadua adiknya Asifita (13) dan Fira (10). Sebelumnya, rumah mereka dibangun oleh desa setempat secara swadaya. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunannya terhenti.

Karena itu, sekarang Alsadri dan kedua adiknya tinggal di rumah pamannya. "Pertama ibu meninggal, setelah itu Ayah sudah hampir tujuh tahun," kata Alsadri, kepada Serambi, Minggu (18/8). Ketika disambangi tim bedah rumah dari grup WA "Kabar Simeulue," kemarin, Alsadri dengan dua adiknya bersama pihak desa, bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada donatur yang membantu melanjutkan pembangunan rumahnya. "Terima kasih grup Kabar Simeulue. Terimakasih kepada donatur," ucap Alsadri.

Pada kesempatan yang sama, Keuchik Bunon, Alinur, mengatakan donasi untuk anak yatim di desanya itu sangat tepat lantaran pembangunan awal rumah anak yatim piatu tersebut sudah digerakan oleh desa setempat secara swadaya. Namun, karena keterbatasan anggaran di desa hingga pembangunan rumah itu pun terhenti. "Minta dipantau ke lokasi selama pembangunan berlangsung," ujar Alinur.

Koordinator pembangunan dari grup WA ‘Kabar Simeulue,’ Novikar, menambahkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan rumah itu merupakan sumbangan dari puluhan donatur di Simeulue dan luar Simeulue yang peduli kapeda anak yatim piatu. "Pola kita adalah kebersamaan. Bergerak dalam rangka membedah rumah yang tidak layak huni," tandas Novikar, yang diiyakan Surianto, anggota tim bedah rumah. Pembangunan itu, tambahnya, ditargetkan selesai dalam waktu sepekan ke depan. "Kami berharap pihak desa membantu program ini," pinta Novikar.

Sementara itu, bantuan lain untuk anak yatim piatu di Simeulue itu terus mengalir. Kecuali uang, material, dan sembako, PT PLN Simeulue juga ikut menyumbang pemasangan meteran listrik  untuk rumahtersebut. Selain itu, biaya pendidikan selama 12 bulan sebagai tali asuh dari donasi kemanusiaan yang digalang grup Kabar Simeulue. (sm)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved