BI Aceh Luncurkan QR Code Pembayaran

Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh meluncurkan Quick Response (QR) Code Indonesia Standard (QRIS), di Lapangan Kantor BI Aceh

BI Aceh Luncurkan QR Code Pembayaran
For Serambinews.com
Zainal Arifin Lubis 

BANDA ACEH - Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh meluncurkan Quick Response (QR) Code Indonesia Standard (QRIS), di Lapangan Kantor BI Aceh, Sabtu (17/8). Peluncuran itu bertepatan dengan pada peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Peluncuran ditandai dengan penggunaan QRIS oleh Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, yang kemudian dilanjutkan oleh seluruh pegawai Kantor BI setempat.

Zainal Arifin Lubis dalam konferensi pers, di Aula BI Aceh, Senin (19/8) menyampaikan QRIS yang mengusung semangat Unggul (Universal, Gampang, Untung, dan Langsung) bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di Aceh, QRIS diharapkan dapat mendukung transaksi masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat sehingga perekonomian daerah dapat bergerak lebih cepat, termasuk dalam mendorong kegiatan di sektor pariwisata.

Menurutnya, pimpinan perbankan di Aceh menyambut baik peluncuran QRIS ini dan berkomitmen untuk mendukung implementasinya secara menyeluruh. Dalam hal ini, pihaknya juga terus meningkatkan sosialisasi terkait QRIS kepada perbankan, masyarakat melalui even maupun forum, dan pertemuan-pertemuan dengan pemerintah daerah, agar informasi tersebut tersampaikan.

Ia menjelaskan, QRIS disusun oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standard internasional EMV Co, yaitu lembaga yang menyusun standard internasional QR Code untuk sistem pembayaran, guna mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara.

Pada tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.

Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama September hingga November 2018, dan tahap ekdua pada April hingga Mei 2019.

"Secara nasional QRIS mulai berlaku 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi penyelenggara jasa sistem pembayaran," kata Zainal Arifin Lubis.

Dikatakan, siapapun bisa menggunakan QRIS asalkan memiliki ponsel dengan kamera dan konektivitas data, serta akun pembayaran elektronik yang dapat melakukan pembayaran melalui QRIS.

Konsumen dapat memilih dan mengunduh aplikasi pembayaran di Playstore. Selanjutnya melakukan registrasi ke salah satu Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dan memastikan saldonya tersedia untuk melakukan transaksi. Melalui aplikasi, kemudian konsumen melakukan scan QRIS pada merchant, memasukkan nominal transaksi, melakukan otorisasi transaksi dan konfirmasi pembayaran kepada penyedia barang atau jasa.

Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan tidak ada biaya tambahan bagi konsumen saat melakukan pembayaran melalui QRIS alias gratis. Ia juga menyampaikan untuk menggunakan QRIS, maka konsumen dapat menggunakan aplikasi uang elektronik served based, dompet elektronik, atau mobile banking yang memiliki fitur pembayaran menggunakan QR Code.

QRIS dapat ditemukan di pedagang yang menerima pembayaran elektronik melalui QR Code. Pedagang yang menerima pembayaran melalui QRIS akan memiliki logo QRIS di tokonya.

Dikatakan, QRIS merupakan satu-satunya standard platform pembayaran QR yang berlaku di Indonesia. Ke depan akan dikembangkan agar ini juga bisa digunakan oleh masyarakat saat berada di luar negeri.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved