Darwati dan Muharram Siap Emban Amanah

Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf, menunjuk istrinya, Darwati A Gani sebagai Ketua Harian PNA menggantikan Samsul Bahri

Darwati dan Muharram Siap Emban Amanah
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Darwati A Gani 

BANDA ACEH - Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf, menunjuk istrinya, Darwati A Gani sebagai Ketua Harian PNA menggantikan Samsul Bahri alias Tiyong. Darwati A Gani, yang dikonfirmasi Serambi, Senin (19/8), mengatakan, pergantian jabatan tersebut tentunya sudah dipertimbangkan matang-matang oleh Irwandi Yusuf.

"Dalam konteks ini, Pak Irwandi adalah pimpinan saya. Tentu beliau sudah mempertimbangkan dengan matang pergantian ini," katanya.

Menurut Darwati, pergantian tersebut wajar-wajar saja. Hal ini juga terjadi di semua organisasi yang ada. Atas pergantian itu, Darwati selaku kader PNA mengaku menerima dan siap menjalankan amanah tersebut.

"Sebagai kader partai sejak partai kita ini dirikan bersama, saya selalu siap ditempatkan di posisi manapun, dan selalu menerima siapapun di posisi apapun, selama itu keputusan pimpinan partai dan demi kebaikan partai ke depan," katanya.

Darwati juga berharap agar segenap pengurus dari tingkat DPP, DPW, DPC, dan kader-kader di kecamatan hingga desa-desa menerima setiap keputusan pimpinan. Semua ini, demi kebaikan partai di masa akan datang.

"Insya Allah PNA akan semakin berjaya dan selalu bersama rakyat dalam memperjuangkan segala kepentingan rakyat. Bersama kita akan jaya," ujarnya. "Semoga kader-kader PNA di seluruh Aceh semakin solid untuk masa sekarang dan ke depannya," tambah Darwati.

Hal yang sama juga disampaikan Muharram Idris, yang ditunjuk sebagai Sekjen PNA. Dia berharap semua pihak dapat menerima perubahan struktural kepengurusan partai yang diputuskan ketua umum. "Terima kasih atas kepercayaan ini. Saya berharap semua pihak yang pernah berada dalam barisan PNA supaya tetap solid untuk memajukan partai lokal ke depan," ucapnya.

Dia mengaku membutuhkan bantuan unsur, terutama kader dan pengurus partai dalam menjalankan organisasi partai. Mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Aceh Rayeuk ini berharap adanya kerja sama yang baik dari pengurus lama.

Muharram mengaku bahwa ia sebenarnya sudah lama mengetahui informasi pergantian itu. Sebelum Pemilu 2019, Irwandi sudah menawarkan jabatan partai kepadanya. Tawaran itu disampaikan kepada Muharram saat menjenguk Irwandi yang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Muharram mengatakan siap menerima jabatan. Saat itu, Muharram sempat berguyon dengan mengatakan berkeinginan posisi sekjen. "Cuma realisasinya baru beberapa hari ini. Saya pikir hanya saya saja, tapi sekalian dengan ketua harian. SK-nya sudah saya lihat tapi belum terima," ungkap Muharram sambil mengatakan melihat SK itu sekitar 15 hari sebelum Idul Adha.

Terkait dengan status kepengurusan, Sekretaris Jenderal Partai Nasional Aceh (PNA) periode 2012-2016 yang juga salah satu unsur pendiri PNA itu mengaku masih memegang kartu anggota. Dirinya tidak pernah berpindah partai, meskipun tidak masuk dalam struktural PNA saat ini. "Saya masih memegang kartu PNA sebagai pendiri," pungkasnya.(dan/mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved