Luar Negeri

Haji Uma Minta Polisi Malaysia Periksa Kejiwaan Pemuda Abdya, Pelaku Penghancur Patung di Kuil

Hendri ditangka atas tuduhan menghancurkan 15 patung berhala di Kuil Sri Maha Mariamman, Lapangan Panorama.

Haji Uma Minta Polisi Malaysia Periksa Kejiwaan Pemuda Abdya, Pelaku Penghancur Patung di Kuil
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma. 

Laporan Rahmat Saputra I Acrh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Anggota DPD-RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma meminta pihak kepolisian Malaysia memeriksa kesehatan dan psikologis Hendri (25) warga Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya) yang ditangkap polisi Ipoh, Perak, Malaysia, Sabtu (17/8/2019) dinihari.

Hendri ditangka atas tuduhan menghancurkan 15 patung berhala di Kuil Sri Maha Mariamman, Lapangan Panorama.

Hal tersebut disampaikan Haji Uma merespons permintaan Dodi abang kandung Hendri yang meminta bantuan kepada Haji Uma agar Hendri diberikan keringanan hukuman oleh kepolisian Malaysia.

"Pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan (Hendri) ini perlu dilakukan, karena kalau dia sehat sangat tidak mungkin melakukan hal itu, apalagi di daerah orang lain," ujar Haji Uma kepada Serambinews.com, Selasa (20/8/2019).

Jika tidak sakit jiwa, katanya, bukan pula dia harus dihukuman seberat-beratnya.

Namun, lanjutnya, pemeriksaan kejiwaan itu harus benar-benar dilakukan, sebelum dijatuhkan hukuman.

Baca: Pemuda Abdya yang Hancurkan Patung di Malaysia Mengaku Diperintah Nabi, Begini Kata Keluarga

Baca: BREAKING NEWS: Jaksa Tangkap Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Juragan saat Pelesiran di Luar Lapas

Baca: Gara-gara Tak Mau Berhubungan Badan, YP Habisi Pacarnya Pakai Cangkul, Pelaku Kabur Nonton HUT RI

"Menurut saya, tidak mungkin dilakukan oleh orang sehat. Kalau memang dia itu dalam posisi yang namanya sehat ya sehat jasmani dan rohani, pasti menghargai aturan berada di negara orang lain, kan begitu," paparnya.

Meski begitu, Haji Uma terus berupaya melakukan koordinasi dan lobi, serta mencari tahu apa penyebab pasti Hendri bisa melakukan tindakan tersebut.

"Memang tanyoe serba salah meunyo lage nyan kasus, tapi tatelusuri ile, peu betoi pungo si gam (Hendri) nyan, meunyo han, hana mungkin dipeulaku lage nyan, peu lom nyan nanggroe gob, (Nemang kita serba salah kalau seperti ini kasus, tapi kita telusuri dulu, apa betul dia gila, kalau tidak (gila), tidak mungkin di melakukan itu, apa lagi dia lagi di daerah orang)," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved