Penyidik Kantongi Nama Tersangka Kasus Keramba

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sudah mengantongi nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai

Penyidik Kantongi Nama Tersangka Kasus Keramba
FOTO HUMAS KEJATI ACEH
PENYIDIK Kejati Aceh menyita keramba jaring apung lepas pantai milik KKP RI di Dermaga CT3 Sabang, Kamis (4/7). 

BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sudah mengantongi nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (off-shore) di Sabang tahun 2017 yang dikerjakan PT Perikanan Nusantara (Perinus).

"Kita sudah mengantongi nama-nama tersangka," kata Kepala Kejati Aceh, Irdam SH MH melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh, Teuku Rahmatsyah SH MH kepada Serambi, Senin (19/8).

Tapi, kata Rahmatsyah, pihaknya belum bisa mempublis secara terbuka siapa-siapa yang ditetapkan sebagai tersangka. Itu akan diumumkan pada saat mereka dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka. "Kita akan panggil dalam waktu dekat. Kita sudah agendakan jadwal pemeriksaan tersangka," ujar mantan Kajari Lhokseukon, Aceh Utara ini. 

Dalam kasus ini, lanjut Rahmatsyah, penyidik juga sudah menggandeng ahli teknis dari Universitas Syiah Kuala dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk menilai spesifikasi proyek dan kualitas barang.

Selain itu, penyidik juga sudah meminta BPK RI untuk menghitung kerugian negara dari proyek itu. Tapi pihaknya belum menerima hasil audit kerugian keuangan negara. "Hasilnya belum turun," ujar.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP RI ingin melakukan budidaya ikan kakap putih di perairan Sabang dengan metode KJA offshore, mengadopsi teknologi industri perikanan di Norwegia pada 2017.

Proyek itu dikerjakan PT Perinus (Persero), satu perusahaan milik BUMN dengan nilai kontrak Rp 45.585.100.000 dari pagu Rp 50 miliar dari DIPA Satker Direktorat Pakan dan Obat Ikan KKP RI tahun 2017.

Dalam mengerjakan proyek itu, PT Perinus menggandeng AquaOptima AS Trondheim, perusahaan asal Norwegia yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa instalasi bidang perikanan budidaya.

Berdasarkan perencanaan, KJA itu memiliki delapan kolam dengan diameter 25 meter. Seharusnya pengerjaan selesai Desember 2017 sehingga pada tahun 2018 ditargetkan keramba tersebut bisa difungsikan.

Hasil penyelidikan Kejati Aceh menemukan berbagai dugaan pelanggaran dalam pekerjaan KJA di Sabang. Di antaranya, pengadaan barang dan alat keramba tak sesuai dengan spesifikasi (spek) yang ada dalam kontrak.

Terkait hal itu, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi seperti Direktur Perbenihan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Coco Kokarkin Soetrisno, Direktur Utama (Dirut) PT Perinus M Yana Aditya, termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP RI, Dr Ir Slamet Soebjakto MSi.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga sudah menyita uang tunai sebanyak Rp 36.260.875.000 dari PT Perinus sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi pada proyek KJA off-shore di Sabang.

Selain menyita uang, sebelumnya penyidik menyita keramba yang tak fungsional dan kapal operasional (work boat dan feed barge) terkait proyek itu.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved