Surat dari Langsa Gegerkan PNA, Ketua Harian dan Sekjen PNA Diganti

Sebuah paket tiba di Kantor DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang berada di Jalan Prof Ali Hasyimi, Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh

Surat dari Langsa Gegerkan PNA, Ketua Harian dan Sekjen PNA Diganti
IST

“Artinya, pemberhentian pengurus DPP PNA dapat dilakukan hanya apabila yang bersangkutan melanggar ketentuan dan kebijakan partai. Jadi bukan karena alasan penyegaran,” tegasnya.

Menurut mantan aktivis yang pernah dipenjara bersama Irwandi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Keudah, Banda Aceh, ini, semua pengurus partai, termasuk ketua umum harus taat kepada aturan partai. Setiap pengurus yang diangkat harus terdaftar sebagai anggota partai. "Presiden saja tidak boleh melanggar undang-undang," timpal Tarmizi.

Tarmizi juga mempersoalkan pengangkatan Muharram karena dinilai bukan anggota partai. Dia mengatakan, Muharram bukanlah anggota Partai Nanggroe Aceh, tapi sebagai Partai Nasional Aceh yang kepengurusannya berbeda.

"Sikap kita terhadap keputusan ini kita tidak bisa menerima pergantian itu karena melaggar aturan, kita tetap mengakui Tiyong sebagai Ketua Harian dan Miswar sebagai Sekjen PNA," tegas Falevi dan Tarmizi.

Wak Tar melanjutkan, selama keputusan itu dikeluarkan sesuai aturan, pihaknya siap untuk patuh. Tetapi apabila tidak, maka keputusan itu tidak akan diikuti, karena akan menjadi preseden buruk bagi partai. "Jika ada surat yang dikeluarkan oleh Darwati, itu tidak sah," pungkasnya. (mas/fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved