Opini

Membuka Kunci Dunia

Majalah Punch 4 Agustus 1920 menampilkan edisi khusus berupa kartun manusia berumur cukup tua dengan kepala berbentuk bola dunia

Membuka Kunci Dunia
IST
FADHLULLAH TM DAUD, Wakil Bupati Pidie

Oleh Fadhlullah TM Daud, Wakil Bupati Pidie

Majalah Punch 4 Agustus 1920 menampilkan edisi khusus berupa kartun manusia berumur cukup tua dengan kepala berbentuk bola dunia yang memakai topi Hat, seperti topi yang sering dipakai Abraham Lincoln Presiden Amerika Serikat ke‑16. Di bawah karikatur tersebut tertulis kalimat "Saya hampir kehilangan harapan, tetapi pendapat kalian semua memberikan harapan baru bagi saya".

Edisi khusus majalah Punch mengacu pada Penyelenggaraan Jambore Pramuka Dunia (World Scout Jamboree) pertama dalam konteks setelah Perang Dunia I yang dilaksanakan dari tanggal 30 Juli‑8 Agustus 1920 di Olympia London, Inggris.

Pramuka singkatan dari praja muda karana, merupakan organisasi kepanduan yang tidak hanya popular di Indonesia, namun juga di kancah dunia. Baden Powell, sang bapak pandu dunia mengandaikan kegiatan kepanduan ini sebagai sarana pendidikan karakter melalui kegiatan yang menyenangkan. Di Indonesia, organisasi kepanduan ini sangat berperan penting dalam sejarah pergerakan nasional, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan.

Keberadaan Pramuka adalah sebagai sarana untuk pembentukan karakter, karena dalam Pramuka siswa dilatih kerja sama, solidaritas, kemandirian, keberanian, dan tentunya kepemimpinan. Lebih lengkapnya Undang‑Undang No.12 Tahun 2010 pasal 8 meneyebutkan bahwa kurikulum kepramukaan memuat nilai‑nilai yang harus dikembangkan oleh segenap anggotanya.

Nilai‑nilai itu mencakup: keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecintaan pada alam dan sesama manusia, kecintaan pada tanah air dan bangsa, kedisiplinan, keberanian, kesetiaan, tolong‑menolong, bertanggung jawab, dapat dipercaya, jernih dalam berpikir, dan terampil. Oleh sebab itu, masuknya pendidikan Pramuka dalam struktur pendidikan dasar patut diapresiasi.

Keberadaan pendidikan Pramuka adalah sebagai penyeimbang kegiatan pembelajaran dalam kurikulum formal yang lebih berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan). Kegiatan Pramuka ini dimaksudkan untuk membangun kecerdasan siswa pada ranah afektif (sikap dan perilaku), sehingga diyakini sebagai suatu bentuk kegiatan yang sangat efektif untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung perdamaian global.

Jambore Dunia ke‑24

Jambore Pramuka Dunia ke‑24 berlokasi di The Summit Bechtel Reserve yang mempunyai luas area lebih dari 5.500 hektar dengan area hutan dan pegunungan berdekatan dengan Taman Nasional New River Gorge, West Virginia, Amerika Serikat, dari 22 Juli‑2 Agustus 2019. Jambore ini dilaksanakan dengan tema "Unlock A New World" atau "Membuka Kunci Dunia".

Jambore Pramuka Dunia ke‑24 diikuti lebih kurang 45 ribuan peserta (pramuka usia muda dan dewasa) dari 165 negara di seluruh dunia berkumpul berkemah bersama, menjelaskan tentang petualangan, budaya, dan persahabatan baru yang terjadi dari seluruh Pramuka di seluruh dunia selama 12 hari berkegiatan.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved