Surahmat Masih Terbaik, Borong Tiga Emas
Lifter andalan Aceh, Surahmat sukses memborong tiga emas di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pra-PON dan Seleknas SEA Games di Gedung Padjajaran
BANDA ACEH - Lifter andalan Aceh, Surahmat sukses memborong tiga emas di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pra-PON dan Seleknas SEA Games di Gedung Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/8).
Tiga medali emas Surahmat tersebut dipersembahkan dari kelas spesialnya 56 kilogram melalui angkatan snatch 103 kg, clean and jerk 140 kg, dan total angkatan 243 Kg.
Peraih medali Asian Games 2018 itu sukses menyisihkan andalan Jawa Timur, Fauzan yang mengangkat barbel snatch 120 kg, clean and jerk 130 kg, total 232, sehingga harus dengan medali perak. Perunggu diraih lifter Jawa Barat, Andika dengan total angkatan 206 kg.
Tambahan tiga emas menambah perolehan medali Kontingen Tanah Rencong. Karena, sebelumnya, pada hari pertama Kejurnas, binaragawan Aceh, Andryanto meraih medali perak di kelas plus 85 kilogram. Selain itu, dia juga lolos ke PON XX/2020 di Papua.
Ketua Umum Pengprov PABBSI Aceh, Teuku Rayuan Sukma didampingi pelatih, Effendi Eria kepada Serambi menyatakan rasa syukur dan kegembiraannya atas prestasi lifternya yang meraih tiga medali emas di kejuaraan nasional (Kejurnas) sekaligus prakualifikasi PON (Pra PON) dan Seleknas SEA Games yang digelar 17 hingga 24 Agustus.
"Alhamdulillah, Surahmat masih tetap yang terbaik di kelas 55 kg. Dia mempersembahkan medali emas pertama bagi Aceh di Kejurnas yang sedang berlangsung ini", ujarnya.
Rayuan menyebutkan, bagi Surahmat event Kejurnas ini sebagai ajang seleksi nasional (Seleknas) ke SEA Games, sehingga dengan prestasi meraih medali emas lifter Aceh ini terpilih masuk tim nasional (Timnas) Indonesia menghadapi SEA Games di Manila, Filipina, Oktober 2019.
"Mudah-mudahan di SEA Games Manila nanti, Surahmat mampu mempersembahkan prestasi terbaik bagi Kontingen Indonesia", imbuh Rayuan yang juga Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang KONI Aceh ini.
Meski terhibur atas prestasi Surahmat, hanya saja Rayuan Sukma sangat menyayangkan andalan Aceh kelas 55 kilogram ini tidak dipertandingkan pada PON XX/2020 di Papua. Karena, pada PON Papua mempertandingkan kelas 61 kg. "Tuan rumah Papua tidak punya andalan di kelas 55 kg, sehingga tidak mempertandingkan kelas tersebut", sesal Ketua Umum PABBSI Aceh.
Ia menambahkan, prestasi yang diraih Surahmat dan Andryanto makin memotivasi lifter Aceh lainnya yang akan turun bertanding untuk meraih medali sekaligus lolos ke PON Papua. Pada Kejurnas kali ini, Aceh mengirim 12 atlet, terdiri dari lima lifter putra, lima lifter putri, dan satu binaragawan.(ran)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/surahmat.jpg)